Berita Surabaya
Apkrindo Jatim dan ARETE Kerja Sama Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Industri F&B

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) DPD Jawa Timur berkolaborasi dengan ARETE Center of Excellence untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di industri kafe dan restoran.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Founder Arete & Krama Professional Pathway Peggy Putri dengan Ketua Apkrindo DPD Jawa Timur Ferry Setiawan di ARETE Center of Excellence Surabaya, Senin (9/3/2026) sore.

Founder Arete & Krama Professional Pathway Peggy Putri mengatakan, kerja sama ini akan melahirkan berbagai program pelatihan, serta sertifikasi kompetensi yang dapat diakui Apkrindo Jatim.

Menurutnya, industri F&B memiliki banyak level operasional yang berbeda. Mulai dari fast food, usaha kaki lima, restoran kelas menengah, hingga fine dining yang memiliki standar layanan dan produk yang berbeda-beda.

“Setiap level industri membutuhkan kompetensi tenaga kerja yang berbeda pula. Oleh karena itu, pemetaan kompetensi menjadi hal penting agar pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Baca Juga:  Kuliner: Jadi Jajanan Favorit Berbuka Puasa, Kue Lumpur Bu Lilik Ludes Ribuan Biji Tiap Hari

Peggy menjelaskan, Arete melalui Krama Professional Pathway berencana menghadirkan program sertifikasi kompetensi berbasis standar regional ASEAN bagi tenaga kerja restoran yang disesuaikan dengan jenjang industri, serupa dengan sistem yang telah diterapkan di industri perhotelan.

Menurutnya, standarisasi kompetensi penting untuk menciptakan kesetaraan kemampuan tenaga kerja di industri restoran. Sehingga, dengan standar yang jelas, pengusaha dapat lebih mudah mengembangkan tim kerja secara terarah.

“Peningkatan kompetensi SDM akan berdampak langsung terhadap kualitas operasional restoran. Mulai dari standar pelayanan, efisiensi kerja, hingga pengalaman pelanggan yang lebih konsisten,” jelasnya.

Ketua Apkrindo DPD Jawa Timur Ferry Setiawan menegaskan, kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kualitas tenaga kerja di sektor F&B.

Baca Juga:  Kuliner Hidangan Ramadhan Choux Klepon, Padukan Teknik Pastry Prancis dan Cita Rasa Indonesia

Menurutnya, selama ini Apkrindo telah melakukan berbagai koordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkait pengembangan SDM di sektor kuliner yang memiliki peran besar dalam penyerapan tenaga kerja.

“Kami punya tanggung jawab moral dalam menyerap tenaga kerja di sektor F&B. Namun di lapangan, salah satu kendala yang sering muncul adalah karakter dan kesiapan kerja,” tegasnya.

Ferry menjelaskan, kehadiran ARETE menjadi peluang untuk memberikan edukasi yang lebih maksimal bagi calon tenaga kerja agar mampu masuk ke industri sesuai dengan level dan kompetensinya, terutama dalam aspek pelayanan.

Ia optimistis kolaborasi ini dapat membantu meningkatkan kualitas SDM industri kafe dan restoran di Jawa Timur yang saat ini jumlahnya mencapai sekitar 150 ribu hingga 200 ribu pekerja.

Baca Juga:  KPPU Sidak Pasar Wonokromo Temukan Harga Cabai Rawit dan Beras Naik di Atas HET

“Apkrindo Jatim sendiri memiliki sekitar 500 anggota pengusaha dengan lebih dari 1.500 brand kafe dan restoran. Ini menunjukkan besarnya potensi industri sekaligus kebutuhan akan tenaga kerja yang kompeten,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, pelaku usaha selama ini memang kerap mengalami kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang memiliki jiwa hospitality.

Menurutnya, hospitality dan attitude menjadi soft skill penting yang mampu membuat tenaga kerja lebih kompetitif di industri layanan seperti F&B.

Baca Juga:  Gelar Pekan Panutan, Bupati Pinrang Imbau Kepatuhan Pajak

“Sekarang banyak angkatan kerja usia di bawah 25 tahun yang kurang memiliki daya juang. Padahal, yang dibutuhkan industri adalah tenaga kerja yang benar-benar memahami hospitality dan attitude,” ungkapnya.

Hebi menyebut, program pelatihan dan sertifikasi yang dikembangkan ARETE dapat menjadi solusi untuk membentuk karakter tenaga kerja yang lebih siap menghadapi tuntutan industri.

Sehingga, ke depan, Pemkot Surabaya juga membuka peluang untuk berkolaborasi dalam menghadirkan pelatihan serupa sebagai bagian dari upaya standarisasi kompetensi tenaga kerja di sektor kuliner.

“Sertifikasi itu penting karena menunjukkan kompetensi seseorang. Kami berharap Arete bisa menjadi trigger untuk mempercepat pembangunan ekonomi melalui peningkatan kualitas SDM,” pungkasnya. (aci)