Pendidikan
Ornamen Natal Ramah Lingkungan, SD Katolik Santo Yusup Tropodo Sidoarjo Sulap Ribuan Botol Plastik Jadi Pohon Natal

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Suasana SD Katolik Santo Yusup, Desa Tropodo, Kecamatan Waru, Sidoarjo menyambut Natal tahun ini terasa berbeda dan lebih bermakna.

Sekolah ini memilih membuat pohon Natal dengan cara ramah lingkungan, dengan menyulap sekitar 2.000 botol plastik bekas menjadi pohon Natal raksasa setinggi lebih dari tiga meter.

Pohon Natal unik tersebut berdiri di halaman sekolah dan langsung menarik perhatian. Ribuan botol plastik bekas minuman dicat hijau, dipotong menyerupai daun, lalu dirangkai pada rangka galvalum dan kawat hingga membentuk pohon Natal yang megah. Konsep Eco Christmas pun benar-benar terasa sejak pandangan pertama.

Baca Juga:  Stasiun Sidoarjo Siap Sambut Angkutan Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Tak hanya pohonnya, seluruh ornamen hiasan juga dibuat dari bahan bekas. Ada lonceng, bintang, boneka Sinterklas, hingga lampu warna-warni hasil kreativitas siswa.

Selain indah dipandang, dekorasi ini membawa pesan kuat tentang pentingnya mengurangi sampah plastik dan menjaga lingkungan.

Kepala SD Katolik Santo Yusup, Isidora Iva Handayani, mengatakan, ide tersebut muncul dari keprihatinan terhadap banyaknya botol plastik sekali pakai yang sering terbuang begitu saja.

“Selama ini kami prihatin melihat banyak botol minuman bekas yang tidak dimanfaatkan. Dari situlah muncul ide, alangkah baiknya jika botol-botol ini diolah menjadi sesuatu yang bermakna,” ujar Isidora, Senin (15/12/2025).

Baca Juga:  Bandara Juanda Pastikan Kesiapan Pelayanan Jelang Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Pengumpulan botol plastik dilakukan selama satu semester atau enam bulan, berasal dari siswa dan lingkungan sekitar sekolah.

Proses perakitan pohon Natal dimulai saat masa ujian tengah semester dan berlangsung sekitar dua pekan, dengan melibatkan seluruh siswa sesuai jenjang kelas.

Siswa kelas 4 hingga kelas 6 bertugas mengolah botol plastik menjadi daun pohon Natal. Sementara siswa kelas 1 hingga kelas 3 membuat berbagai pernak-pernik dari bahan bekas seperti kain flanel dan kertas semen, dengan pendampingan para guru.

Baca Juga:  Syaharani Pukau Penonton Jazz Lumpur Sidoarjo, Enam Lagu Mengalun di Tengah Spirit Lokal, Tahun Depan Rencanakan Hadirkan Raisa

Selain pohon Natal, sekolah juga menghadirkan gua Natal dari kertas semen bekas. Di dalamnya terdapat fragmen kelahiran Yesus Kristus yang dibuat sebagai simbol sukacita dan kepedulian terhadap sesama dan alam sekitar.

Kini, pohon Natal dan gua tempat lahirnya Nabi Isa ramah lingkungan tersebut menjadi spot favorit siswa dan wali murid untuk berfoto.

Melalui perayaan Natal bertema Eco Christmas, SD Kristen Santo Yusup menanamkan kesadaran sejak dini, merayakan hari besar bisa tetap meriah tanpa meninggalkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Tahun lalu kita menggelar baksos dengan menyalurkan sembako kepada warga sekitar yang dibagikan staf sekolah dengan berbusana Sinterklas,” tutupnya. (sat)