Dosen ITS Raih Penghargaan Bergengsi di Jerman Berkat Riset Jamu

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Berkat pengembangan riset kimia bahan alam yang dijadikan jamu, dosen dari Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Sri Fatmawati SSi MSc PhD, meraih Female Science Talents Intensive Tracks 2024 di Jerman.

Fatma menjelaskan, risetnya tersebut mempelajari berbagai hal terkait peningkatan kualitas bahan, bioaktivitas teknologi pembuatan jamu, pemberdayaan sumber daya petani, hingga kolaborasi industri.

Menurut Fatma, melalui riset jamu ini, ia menemukan banyak fakta menarik yang menepis stigma, jamu hanya sekadar minuman tradisional yang kuno.

Salah satu produk jamu yang dikembangkannya adalah jamu MeniTemu. Produk yang menjadi unggulan dari ITS Djamoe ini merupakan gabungan tanaman meniran dan temulawak.

Baca Juga:  ITS dan RSUA Ciptakan SahabatCAPD, Aplikasi Pemantau Pasien Gagal Ginjal Kronis
Sri Fatmawati SSi MSc PhD (kiri) bersama para ilmuwan muda dunia di Arizona, Amerika Serikat.

“Dengan kandungan filantin serta xantorizol dari kombinasi dua tanaman tersebut, MeniTemu mampu meningkatkan imunitas tubuh serta menjaga fungsi hati dari penikmatnya,” ujar Fatma, Kamis (4/4/2024).

Dalam perjalanan ini, perempuan asal Madura peraih lebih dari 30 penghargaan dan anugerah kehormatan itu mengakui tak jarang menemui berbagai tantangan, termasuk infrastruktur fundamental riset yang belum memadai.

Meski demikian, dengan tekad yang kuat dan kolaborasi dengan berbagai pihak, Fatma dapat terus melanjutkan riset dan menghadirkan beragam terobosan baru.

Baca Juga:  Kota Malang Raih Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik Pertama Se-Jatim
Baca Juga:  Astra Siaga Lebaran 2024 Siapkan 299 Bengkel dan 805 Teknisi Temani Pemudik

“Termasuk bantuan dari ITS lewat Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS,” jelas perempuan yang juga pernah dinobatkan sebagai salah satu peneliti wanita terbaik di dunia pada 2016 lalu tersebut.

Female Science Talents Intensive Track merupakan penghargaan yang diberikan yayasan asal Jerman, The Falling Walls Foundation, kepada 20 perempuan berbakat lulusan doktor dari seluruh dunia di berbagai disiplin ilmu.

Melalui penghargaan ini, para pemenang diberikan pendampingan karier, kesempatan berpartisipasi dalam acara tingkat tinggi di Berlin, Jerman, serta perluasan relasi di taraf internasional dan meningkatkan pengakuan global.

Pada edisi kali ini, Fatma berhasil menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia di antara 20 pemenang yang datang dari 15 negara berbeda, sekaligus menjadi ilmuwan perempuan Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar prestisius tersebut. (aci)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *