Liga Futsal Surabaya 2020
Kalahkan Meta Futsal, Kalimas Paruga FC Belum Terkalahkan di 26 Pertandingan

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Kalimas Paruga FC terus menjaga rekor belum terkalahkan di Liga Futsal Surabaya (LFS). Tim berjuluk Wani Tox itu memperpanjang rekor tidak terkalahkan, setelah di matchday ketujuh LFS 2020 memetik kemenangan 2-1 atas Meta Futsal di M Sport Futsal Center, Minggu (15/3/2020).

Dari 26 kali bertanding di LFS sejak musim lalu, Kalimas Paruga FC menang 20 kali dan imbang enam kali. Rekor ini bakal sulit ditandingi tim kontestan LFS.

Seiring tambahan tiga poin ini, Kalimas Paruga FC mengambil alih puncak klasemen sementara mengumpulkan 16 poin.

Meta Futsal tergusur dari puncak klasemen sementara ke peringkat ketiga mengoleksi 15 poin. Posisi kedua ditempati Al Ahly FC mengantongi 15 poin, setelah mengalahkan Garuda Emas FC, 4-2. Ini merupakan kekalahan pertama Meta Futsal di LFS 2020.

BACA JUGA:

Bigmatch dua tim papan atas ini berlangsung alot. Tidak seperti biasanya, Meta Futsal cenderung bermain bertahan jika menghadapi tim kuat. Tetapi kali ini Meta Futsal mengimbangi permainan terbuka Kalimas Paruga FC.

“Meta tidak seperti biasanya bertahan total, kali ini mereka main terbuka,” kata Utomo Suryodiputro, Pelatih Kalimas Paruga FC menjawab suryakabar.com usai pertandingan.

Gol pertama Kalimas Paruga FC dicetak M Gerhana Arjunaidi menit 18 dan bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, pertandingan kembali alot. Kalimas Paruga FC kembali kesulitan mencetak gol. Baru menit 32 kapten tim Alief Rachmanda menggandakan keunggulan Kalimas Paruga FC.

Berselang satu menit, Meta Futsal mengikis ketinggalan menjadi 1-2, menyusul lahirnya gol dari tendangan dari luar circle yang dilepas Alvin Oktavian.

Kalimas Paruga FC berkesempatan menambah gol, namun eksekusi tendangan penalti titik kedua dari Achmad Ryo Dwi mengenai kaki kiper M Fadhil dan hanya menghasilkan tendangan penjuru. Hingga pertandingan berakhir, tidak ada lagi tambahan gol tercipta.

“Finishing anak-anak lemah. Kami memiliki banyak peluang, namun hanya dua yang tercipta gol. Selain itu anak-anak juga sering kehilangan bola, karena salah passing dan kontrol bola yang kurang akurat,” tandas Tomo panggilan Utomo Suryodiputro. (es)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *