Pendidikan
ITS Cetak 479 Insinyur Baru sebagai Tonggak Baru Pembangunan Bangsa
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluluskan 479 mahasiswa Program Studi Program Profesi Insinyur (PS-PPI) jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan reguler, Minggu (4/10/2026).
Upacara pelantikan PPI yang berlangsung di Grha Sepuluh Nopember ini menjadi kontribusi ITS dalam mencetak insinyur profesional sebagai tonggak pembangunan bangsa.
Dari 479 lulusan, sebanyak 466 merupakan lulusan PPI jalur RPL angkatan ke-17 dan terdapat 13 lulusan jalur reguler angkatan ke-6.
Pada jalur RPL, 368 lulusan merupakan bagian dari program kerja sama ITS dengan Pertamina. Sementara itu, 98 lulusan lainnya merupakan jalur mandiri.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD mengatakan, pelantikan ini menjadi upaya ITS untuk menjadi kawah candradimuka akan lahirnya insinyur unggul yang siap membangun peradaban yang maju.
Sejalan dengan semangat ITS Advancing Humanity, para insinyur bertanggung jawab untuk mentransformasikan sains dan teknologi yang berdampak nyata.
“Seorang insinyur merupakan perancang peradaban yang memegang kunci utama untuk membangun industri yang maju, efisien, dan berkelanjutan. Keahlian dan inovasi seorang insinyur adalah motor penggerak daya saing bangsa di kancah global,” ujarnya.
Tantangan teknologi yang kian kompleks telah disandarkan pada pundak seorang insinyur yang berintegritas. Bambang menilai, dengan seluruh pengalaman pembelajaran profesi yang telah ditempuh, memberikan bekal fundamental dalam menjalankan tugas keinsinyuran.
Selain kompetensi profesional, sosok nomor satu di ITS itu mendorong para lulusan untuk terus memperkuat konektivitas jejaring untuk mendukung kemajuan profesi dan pembangunan nasional.
“Bekerjalah dengan penuh tanggung jawab, berpegang teguh pada Kode Etik PPI, serta memanfaatkan jejaring dengan alumni,” ungkapnya.
Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Surabaya Prof Ir M Sigit Darmawan MEngSc PhD menegaskan, seorang insinyur mengemban tanggung jawab moral dan sosial yang jauh lebih besar kepada masyarakat dan peradaban. Menurutnya, gelar profesi ini bukan hanya soal kemampuan teknis, namun juga harus dilandasi oleh integritas.
Dalam mengemban amanah, setiap keputusan keinsinyuran wajib memberikan dampak langsung terhadap keselamatan publik, kelestarian lingkungan, dan masa depan peradaban manusia. Sehingga, faktor etika tidak boleh dikompromikan.
“Karena karya seorang insinyur akan selalu diukur dari seberapa besar manfaat dan kontribusinya bagi kesejahteraan masyarakat serta kemajuan peradaban,” tegasnya.
Di sisi lain, ITS terus mengembangkan pendidikan profesi insinyur melalui penerimaan mahasiswa baru. Pada Semester Gasal 2026/2027, PS-PPI ITS telah menerima 155 mahasiswa baru. Jumlah tersebut terdiri atas 120 mahasiswa jalur RPL dan 35 mahasiswa jalur reguler.
Dengan capaian yang ada, ITS telah berkontribusi mencetak total 2.277 insinyur bagi Indonesia. Angka ini mencerminkan peran ITS dalam menyiapkan tenaga profesional untuk mendukung kemajuan industri dan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). (aci)


