Lebih 11 Ribu Pelari Ramaikan Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Perputaran Ekonomi Tembus Rp74,8 Miliar

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Lebih dari 11 ribu pelari meramaikan Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 yang digelar di Balai Kota Surabaya, Minggu (4/10/2026).

Head of Ready to Drink Beverages Category WINGS Group Indonesia Joshua Gunawan mengatakan, event lari marathon ini memberikan dampak ekonomi cukup besar bagi Kota Surabaya.

Menurutnya, dari lebih 11 ribu pelari, sekitar 39 persen berasal dari luar Surabaya untuk kategori Full Marathon (42,195K), Half Marathon (21K), 10K dan 5K.

“Jadi, rupanya banyak yang tertarik. Walaupun dekat-dekat, dari Sidoarjo, Jogja, Malang, banyak yang bukan Surabaya ikut juga,” ujar Joshua saat Press Conference Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 di Balai Kota Surabaya.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) Atik Purmiyati menegaskan, penelitian yang dilakukan timnya menunjukkan event ini menghasilkan perputaran aktivitas ekonomi sebesar Rp74,78 Miliar selama tiga hari.

“Dari hasil penelitian, kegiatan Surabaya ISOPLUS Marathon berdampak pada beberapa sektor ekonomi, misalnya sektor perdagangan, jasa-jasa, pariwisata, termasuk UMKM,” tegasnya.

Baca Juga:  Perputaran Uang di Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 Diharapkan Tembus Rp100 Miliar

Atik menyebut, estimasi kontribusi ekonomi yang diperoleh mencapai Rp41,42 Miliar. Pengeluaran peserta dan pengunjung antara lain mencakup penginapan, makanan, belanja, oleh-oleh, hingga transportasi. “Rata-rata pengeluaran hotel tercatat sekitar Rp772 ribu per hari,” ungkapnya.

Di sisi lain, event lari marathon yang mengusung tema “Unlock Your Greatness” ini tidak berjalan sepenuhnya sesuai rencana.

Panitia terpaksa menghentikan lomba, khususnya kategori Full Marathon (42,195K) setelah kondisi suhu dan Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) menunjukkan angka ekstrem yang dinilai membahayakan keselamatan pelari dan petugas.

Race Director Surabaya ISOPLUS Run Series 2026 Safrita Aryana menjelaskan, kondisi cuaca mulai menjadi perhatian serius sejak pagi.

Baca Juga:  Ini Klasemen Akhir Atletik Asian Games 2026

Berdasarkan alat ukur WBGT yang dipasang di sekitar tenda medik dan weather fire, suhu yang semula berada pada kisaran 33 hingga 36 derajat Celsius meningkat tajam.

“Pada pukul 08.25, kami mempunyai alat ukur yang dinamakan WBGT yang kami pasang di sekitar tenda medik. Global Temperature menunjukkan suhu mulai pukul 08.00 sudah naik antara 33 hingga 36 derajat Celsius,” jelasnya.

Safrita menilai kondisi tersebut menjadi pertimbangan serius karena regulasi World Athletics menetapkan batas tertentu untuk pelaksanaan lomba lari.

Meski terdapat toleransi untuk kondisi iklim tropis, suhu kemudian melonjak hingga 42-44 derajat Celsius dan bahkan sempat mencapai 48 derajat Celsius.

“Sehingga, saya berkoordinasi dengan running doctor Taufan Rizki Sudjarwadi dan medical coordinator kami, Dokter Lita. Kami mempertimbangkan untuk menghentikan lomba. Dari alasan medis, kami putuskan lomba dihentikan,” terangnya.

Baca Juga:  Deltras Kalahkan Persiba, Raih Empat Kemenangan Beruntun, Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup B Pegadaian Championship 2026-2027

Safrita menegaskan, keputusan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan pihak terkait demi keselamatan seluruh peserta.

Panitia kemudian melakukan evakuasi terhadap pelari. Namun, water station tetap dibuka bagi peserta yang masih berada di jalur dan memilih menyelesaikan perjalanan dengan berjalan kaki.

Menurutnya, peserta yang tetap mencapai garis finis tetap dihormati sebagai finisher karena penghentian lomba bukan disebabkan kesalahan pelari, melainkan kondisi cuaca ekstrem.

“Panitia juga memasang bendera hitam sebagai penanda status ekstrem dan keputusan penghentian lomba,” katanya.

Meski demikian, hampir 100 persen para peserta mampu menyelesaikan lomba menuju garis finish, dan mencatatkan waktu lebih cepat dibanding ajang Surabaya ISOPLUS Marathon 2025 lalu. (aci)