Berita Sidoarjo
Rail Clinic dan Rail Library Hadir di Stasiun Tanggulangin, 250 Warga Dapat Layanan Kesehatan dan Ruang Belajar Gratis

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Suasana berbeda terlihat di Stasiun Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (10/9/2026). Stasiun yang biasanya dipadati aktivitas penumpang kereta api itu berubah menjadi ruang pelayanan kesehatan sekaligus tempat belajar bagi masyarakat dan anak-anak.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menghadirkan Rail Clinic dan Rail Library dalam rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 KAI.

Sebanyak 250 masyarakat dan siswa sekolah dasar mendapat layanan secara gratis dalam kegiatan tersebut.
Melalui Rail Clinic, warga dapat menjalani pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan gigi, pemeriksaan mata, pemeriksaan laboratorium, hingga mendapatkan obat-obatan.

Sementara Rail Library memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk membaca berbagai koleksi buku dan mengakses materi edukasi digital.

Baca Juga:  KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Rail Clinic dan Rail Library di Stasiun Krian

Manager Kesehatan KAI Daop 8 Surabaya, Wendi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Bagi kami, keberadaan KAI bukan hanya tentang mengantarkan masyarakat dari satu tempat ke tempat lainnya. Kami juga ingin hadir memberikan manfaat langsung melalui layanan kesehatan, pendidikan, literasi, dan keselamatan,” ujar Wendi, Kamis (10/9/2026).

Rail Clinic menjadi salah satu fasilitas yang dihadirkan KAI untuk mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di sekitar jalur kereta api.

Dalam kegiatan di Stasiun Tanggulangin, layanan kesehatan diberikan tenaga medis dari berbagai bidang.

Baca Juga:  HUT ke-2 PT Angkasa Pura Indonesia, Bandara Juanda Tebar Kepedulian, Tanam 7.000 Pohon, Salurkan 125 Paket Sembako dan Santunan Anak Yatim

KAI Daop 8 Surabaya mengerahkan dua dokter umum, dua dokter gigi, satu dokter kandungan, 10 paramedis, dua apoteker, dua analis, serta dua refraksionis optisien.

Dengan dukungan tersebut, masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan secara lebih menyeluruh.

Layanan yang tersedia antara lain pemeriksaan kesehatan umum, gigi, kebidanan dan USG, laboratorium, mata, serta pemberian obat.

Rail Clinic pertama kali diluncurkan KAI pada 2015. Fasilitas tersebut dirancang sebagai layanan kesehatan bergerak yang memanfaatkan sarana kereta api untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah operasional KAI.

Seiring waktu, fungsi Rail Clinic berkembang. Selain pemeriksaan dan pengobatan, fasilitas ini digunakan untuk memberikan edukasi kesehatan, sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api, serta kegiatan sosial lainnya.
Wendi mengatakan, edukasi menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

“Yang kami dorong bukan hanya masyarakat datang berobat ketika sakit, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan sejak dini. Di saat yang sama, kami terus mengingatkan pentingnya keselamatan di sekitar jalur kereta api,” katanya.

Tak jauh dari layanan kesehatan, anak-anak juga mendapat kesempatan menikmati Rail Library. Berbagai koleksi buku tersedia bagi para siswa, mulai dari cerita anak, buku pengetahuan, ensiklopedia, hingga materi pembelajaran.

Rail Library juga dilengkapi e-Library berupa monitor layar sentuh yang menyediakan koleksi bacaan digital dan video edukatif.

Kehadiran fasilitas tersebut membuat pengalaman membaca menjadi lebih interaktif sekaligus memperkenalkan anak-anak pada penggunaan teknologi sebagai sarana belajar.

“Anak-anak membutuhkan ruang untuk belajar dan bereksplorasi. Karena itu, kami ingin menghadirkan pengalaman yang berbeda melalui Rail Library,” ujar Wendi.

Baca Juga:  Libur Panjang HUT RI, 6.465 Penumpang Naik Kereta dari dan ke Stasiun Sidoarjo

Menurut dia, stasiun tidak hanya dapat menjadi tempat masyarakat melakukan perjalanan, tetapi juga ruang untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru. Sebelum masuk ke perpustakaan, anak-anak mengikuti sikat gigi bersama dipandu dokter dari KAI.

Dalam kegiatan tersebut, KAI Daop 8 Surabaya juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat dan siswa sekolah dasar.

Sebanyak 50 kacamata diberikan kepada siswa SD Negeri Sugihwaras dan SD Negeri Kalisampurno 3, Kecamatan Tanggulangin.

Selain itu, KAI membagikan 50 paket oral hygiene, 50 tas sekolah, serta peralatan olahraga untuk mendukung aktivitas para siswa.

Sementara itu, sebanyak 15 paket gizi diberikan kepada ibu hamil sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak.

Wendi mengatakan, berbagai bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, tidak hanya selama kegiatan berlangsung.

“Kami ingin setiap program yang kami hadirkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Kesehatan, pendidikan, literasi, dan keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional KAI Daop 8 Surabaya,” ungkapnya.

Kegiatan Rail Clinic dan Rail Library di Stasiun Tanggulangin merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 KAI yang jatuh pada 28 September 2026.

Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan KAI untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Wendi menegaskan, KAI Daop 8 Surabaya akan terus mengembangkan program sosial yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup dan kemandirian masyarakat.

“Kereta api memang menjadi sarana mobilitas, tetapi di balik perjalanan itu ada semangat untuk terus menghubungkan dan memberikan manfaat. Melalui Rail Clinic, Rail Library, dan berbagai program lainnya, kami ingin KAI semakin dekat dengan masyarakat,” tutupnya. (sat)