Pendidikan
Wamen P2MI Resmikan Migrant Center Umsura, Siap Penuhi Kebutuhan Tenaga Kerja Formal di Luar Negeri
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Migrant Center Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) disiapkan menjadi salah satu skema untuk merealisasikan program SMK Go Global.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawallad saat pembukaan di Gedung G lantai 4 Umsura, Sabtu (29/8/2026).
Dzulfikar mengatakan, Migrant Center Umsura disiapkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas calon pekerja migran, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja formal di luar negeri.
“Kehadiran fasilitas ini juga mendukung program pemerintah, termasuk program SMK Go Global yang menjadi salah satu arahan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, pemerintah memastikan setiap Migrant Center yang terlibat dalam program tersebut memiliki standar fasilitas dan sumber daya manusia yang memadai,” ujarnya.
Dzulfikar menilai Umsura memiliki rekam jejak yang baik, khususnya di bidang kesehatan. Sehingga, menjadi modal penting karena permintaan tenaga kerja sektor kesehatan dari luar negeri dalam beberapa tahun terakhir cukup tinggi.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, permintaan job order dari luar negeri untuk sektor kesehatan tergolong tinggi dalam tiga tahun terakhir, dan diperkirakan masih akan meningkat pada tahun-tahun mendatang.
“Kehadiran kami untuk memastikan Migrant Center yang terlibat dalam program SMK Go Global ini standarnya bagus, baik dari segi ruangan, kesiapan fasilitas, dan lain sebagainya. Instrukturnya juga kompeten, memiliki lisensi, dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Menurutnya, Migrant Center Umsura dapat menjadi salah satu rujukan bagi perguruan tinggi lain dalam menyiapkan fasilitas serupa. Sehingga, pemerintah terus mendorong terbentuknya ekosistem penempatan pekerja migran pada sektor formal.
“Salah satu langkahnya adalah memperbanyak dan memperluas keberadaan Migrant Center berkualitas di perguruan tinggi,” katanya.
Ia berharap jumlah perguruan tinggi yang memiliki Migrant Center terus bertambah, sehingga kebutuhan tenaga kerja formal di luar negeri dapat dipenuhi dengan sumber daya manusia yang telah dipersiapkan secara baik.
Rektor Umsura Mundakir menjelaskan, Umsura telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung pelatihan calon pekerja migran.
Menurutnya, fasilitas tersebut mencakup pelatihan bahasa, peningkatan keterampilan (upskilling), hingga fasilitas sertifikasi.
Ruang kelas tersedia di lantai 5 dan 6, sedangkan fasilitas upskilling berada di lantai 5. Umsura juga menyiapkan ruang Objective Structured Clinical Examination (OSCE) untuk mendukung proses sertifikasi.
“Yang perlu disiapkan adalah fasilitas untuk pelatihan bahasa, kemudian fasilitas untuk upskill, kemudian fasilitas lain terkait bagaimana supaya calon peserta migran ini bisa keluar dengan baik. Alhamdulillah sudah kita siapkan semua,” jelasnya.
Berdasarkan penilaian Wamen P2MI, Umsura diakui telah siap untuk segera merealisasikan program tersebut.
Menurut Mundakir, program ini nantinya tidak hanya menyasar mahasiswa Umsura. Umsura akan bekerja sama dengan sekolah menengah, khususnya SMA dan SMK, untuk menjaring calon peserta.
“Karena ini adalah bagian dari program vokasi Go Global, nanti kita akan bekerja sama dengan SMK, SMA, terutama lulusan SMK dan SMA untuk segera mendaftar dalam program ini,” terangnya.
Program tersebut juga terbuka bagi lulusan Diploma 3 (D3) maupun Strata 1 (S1), terutama mereka yang ingin memperoleh pembekalan sebelum bekerja di luar negeri.
Pada tahap awal, Umsura menargetkan sebanyak 200 calon peserta untuk mengikuti program tersebut.
“Kita tadi insyaallah untuk tahap awal disiapkan untuk 200 calon peserta. Tinggal nanti bagaimana kita merekrut dan menerima mahasiswa atau peserta untuk program ini,” ujarnya.
Ia menargetkan proses perekrutan dapat segera dilakukan pada tahun ini. Umsura berencana melakukan koordinasi dan mulai menjaring calon peserta pada September 2026.
Adapun bidang keterampilan yang telah disiapkan meliputi caregiver, professional nurse, konstruksi, serta bidang operasional dan berbagai keterampilan teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna tenaga kerja di luar negeri.
Untuk mendukung kemampuan bahasa calon pekerja migran, Migrant Center Umsura juga telah menyiapkan pembelajaran bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Jerman.
Dengan berbagai fasilitas tersebut, Umsura berharap Migrant Center dapat menjadi pusat penyiapan sumber daya manusia yang kompeten, bersertifikasi, dan siap bersaing untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja formal di pasar kerja internasional. (aci)


