Idul Adha
FKH Unair Melepas 330 Mahasiswa MBKB 2026 untuk Pemeriksaan Ante Mortem dan Post Mortem Hewan Kurban
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Sebanyak 330 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH Unair) diterjunkan ke tujuh wilayah di Jawa Timur dalam program Merdeka Belajar Kampus Berdampak (MBKB) 2026.
Pelepasan dilakukan Dekan FKH Unair Prof Dr drh Lilik Maslachah MKes bersama jajaran wakil dekan dan dosen pendamping lapangan di halaman FKH Unair, Selasa (26/5/2026) pagi.
Mahasiswa MBKB 2026 akan bertugas selama dua hari, yakni pada Rabu dan Kamis (27-28/5/2026) untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban melalui pemeriksaan Ante Mortem dan Post Mortem pada Ternak Ruminansia.
Prof Lilik mengatakan, sebanyak 330 mahasiswa ini terdiri dari mahasiswa S1 MBKB sebanyak 231 orang, mahasiswa Program Studi PPDH (Pendidikan Profesi Dokter Hewan) 40 orang, mahasiswa S2 sebanyak 15 orang (S2 Vaksin 2 orang, S2 IPKMV 6 orang, S2 Biorep 2 orang, S2 Agri 5 orang), serta mahasiswa S3 3 orang.
Mereka diterjunkan di tujuh wilayah di Jawa Timur, yakni Surabaya, Gresik, Lumajang, Lamongan, Bojonegoro, Sidoarjo, dan Kediri.
“Tugasnya adalah pemeriksaan ante mortem dan post mortem itu adalah pemeriksaan sebelum hewan disembelih, jadi kalau layak pemeriksaan ante mortem, maka hewan itu layak untuk dilakukan penyembelihan, setelah itu anak-anak akan melakukan post mortem setelah dilakukan penyembelihan,” ujarnya.
Prof Lilik menjelaskan, sebelum terjun ke lapangan, mahasiswa mendapat pembekalan selama dua minggu seputar pemeriksaan hewan kurban.
Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam pemeriksaan kesehatan ternak ruminansia, serta mendukung keamanan pangan asal hewan dan kesehatan masyarakat veteriner.
“Selama pelaksanaan kegiatan melibatkan mahasiswa S1 FKH yang didampingi mahasiswa PPDH (Pendidikan Profesi Dokter Hewan), mahasiswa S2 dan S3 sebagai supervisor dan dosen pembimbing lapangan (DPL), serta bekerja sama dengan dinas terkait dan dokter hewan di masing-masing wilayah penempatan,” jelasnya.
Salah satu mahasiswa MBKB 2026 FKH Unair Revo Haedar Elmirza mengatakan, bersama 50 mahasiswa lainnya, ia ditugaskan di wilayah Sidoarjo dan sudah berkoordinasi dengan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo untuk pembagian wilayah penempatan masing-masing.
Menurutnya, pembekalan materi yang diberikan dari para dosen sudah cukup untuk diimplementasikan di lapangan. Terutama bagi mahasiswa semester 2, 4, dan 6 yang terlibat dalam kegiatan ini.
“Untuk semester 2 dibekali mata kuliah Anatomi, bisa mengenali bagian-bagian anatomi. Semester 4 dibekali mata kuliah Patologi, perbedaan organ normal dan organ yang mungkin terkena penyakit. Semester 6 dibekali Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Veteriner, organ itu berdampak pada kesehatan pada manusia,” terang mahasiswa yang juga Ketua BEM FKH Unair itu.
Revo mengakui banyak manfaat yang akan didapatkan dari kegiatan ini. Sebab, bukan hanya bisa belajar praktik namun juga belajar langsung di lapangan.
“Mungkin kita secara keilmuan diajari PPT dan lain-lain, mungkin kita belum mempunyai kemampuan untuk hands on ini kita dapat kesempatan sebelum menjadi dokter hewan ataupun sebelum jadi sarjana, kita sudah bisa langsung hands on dan juga melihat kondisi lapangan. Apakah ada nyatanya penyakit ini ataupun nanti ada temuan-temuan baru,” pungkasnya. (aci)



