Pengguna Commuter Line Supas Naik hingga 55 Persen dalam Dua Bulan Perpanjangan Layanan
SURABAYA, SURYAKABAR.com – KAI Commuter mencatat, sejak dua bulan perpanjangan operasional layanan empat perjalanan Commuter Line Supas hingga Stasiun Probolinggo atau sebaliknya, jumlah pengguna meningkat 26 hingga 55 persen.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, sejak diberlakukan perpanjangan operasional layanan pada 1 Maret 2026, rata-rata volume pengguna harian pada periode Maret dan April 2026 meningkat dibandingkan periode sebelum perpanjangan layanan (Januari-Februari 2026).
“Kami melihat antusiasme yang sangat besar dari masyarakat Probolinggo dan sekitarnya. Jika dibandingkan dengan rata-rata pengguna harian pada Januari dan Februari, angka rata-rata harian pada Maret dan April ini mengalami kenaikan 26-55 persen,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Dari data yang tercatat, rata-rata pengguna harian pada empat perjalanan Commuter Line Supas sebelum diperpanjang pada periode Januari-Februari 2026, yakni Commuter Line Supas KA 453 pemberangkatan Surabaya pukul 02.20 WIB sebanyak 147 orang per hari, dan KA 459 pemberangkatan pukul 18.45WIB sebanyak 919 orang per hari.
Sedangkan, Commuter Line Supas KA 454 keberangkatan Pasuruan pukul 04.30 WIB sebanyak 710 orang per hari, dan KA 460 pemberangkatan pukul 21.20 WIB sebanyak 269 orang per hari.
Namun, setelah diperpanjang hingga Stasiun Probolinggo, rata-rata volume pengguna Commuter Line Supas KA 453 pemberangkatan Surabaya pukul 01.50 WIB sebanyak 233 orang per hari (naik 59 persen). Sedangkan, KA 459 pemberangkatan pukul 18.10 WIB sebanyak 1.183 orang per hari (naik 29 persen).
Sedangkan, Commuter Line Supas KA 454 keberangkatan Probolinggo pukul 04.10 WIB sebanyak 895 orang per hari (naik 26 persen), dan KA 460 pemberangkatan pukul 21.22 WIB sebanyak 418 orang per hari (naik 55 persen).
“Sedangkan, untuk volume pengguna di Stasiun Probolinggo, saat ini rata-rata pengguna sebanyak 312 orang yang naik dan sebanyak 293 orang yang turun di stasiun ini pada hari kerja, serta sebanyak 696 orang yang naik dan sebanyak 480 orang yang turun pada akhir minggu,” jelasnya.
Selain peningkatan volume pengguna, kemudahan akses transportasi ini juga memberikan dampak berantai terhadap perekonomian daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo, aktivitas ekonomi di sekitar kawasan stasiun menunjukkan penguatan, terutama pada sektor perdagangan, jasa, dan UMKM lokal.
Kehadiran Commuter Line Supas dinilai mempermudah distribusi barang dan mobilitas pelaku usaha, yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas masyarakat Probolinggo.
Integrasi moda transportasi ini juga mendukung sektor pariwisata daerah dengan mempermudah wisatawan menjangkau titik-titik transportasi strategis. (aci)

