Berita Sidoarjo
Barantin Resmikan Instalasi Karantina Terpadu Pertama di Indonesia di Sidoarjo

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Pemerintah resmi meluncurkan Instalasi Karantina Terpadu pertama di Indonesia yang berlokasi di kawasan Puspa Agro, Jemundo, Kecamatan Taman, Jumat (8/5/2026).

Kehadiran fasilitas ini digadang-gadang menjadi terobosan baru untuk memangkas waktu layanan karantina sekaligus memperkuat pengawasan arus komoditas nasional.

Peresmian dilakukan Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding dan dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, beserta jajaran.

Baca Juga:  Cegah Penyebaran PMK, Barantin Gagalkan Pengiriman 19 Ekor Kambing ke Bali

Instalasi tersebut mengintegrasikan layanan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan dalam satu kawasan terpadu. Sebelumnya, proses layanan dilakukan secara terpisah sehingga memerlukan waktu administrasi dan pemeriksaan yang lebih panjang.

Karding mengatakan, konsep layanan satu pintu itu dirancang untuk menciptakan sistem perkarantinaan yang lebih cepat, sederhana, dan efisien bagi pelaku usaha.

“Tujuannya agar mudah, efektif, efisien, tidak berbelit-belit, dan dwelling time-nya itu kecil. Sehingga tempat ini menjadi tempat yang murah untuk mengurus perkarantinaan dan ramah bagi para pengusaha,” ujar Karding.

Baca Juga:  Embarkasi Haji Gelombang Kedua Dimulai, Bandara Juanda Berangkatkan 1.900 Jemaah Calon Haji

Menurut dia, percepatan proses karantina akan berdampak langsung terhadap penurunan biaya logistik distribusi komoditas, baik antarwilayah maupun ekspor ke luar negeri.

“Kalau prosesnya cepat, biaya logistik bisa ditekan. Ini tentu akan membantu para pelaku usaha dan memperkuat daya saing komoditas Indonesia,” katanya.

Selain mengedepankan kecepatan layanan, fasilitas di kawasan Puspa Agro itu juga dibangun dengan standar pengawasan internasional.

Seluruh proses sertifikasi dan operasional disebut telah memenuhi standar ketat sesuai regulasi perkarantinaan modern.

Baca Juga:  PT Sekar Laut Tbk Sidoarjo Ekspor Perdana Kerupuk Udang ke Malaysia

Karding turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menyediakan lahan strategis seluas lima hektare beserta pembangunan akses jalan menuju lokasi instalasi.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Gubernur dan Pemprov Jatim yang memberikan dukungan luar biasa. Ini menjadi contoh sinergi pusat dan daerah dalam membangun layanan publik yang modern,” ucapnya.

Ke depan, Instalasi Karantina Terpadu di Sidoarjo diproyeksikan menjadi model nasional dalam pengembangan layanan karantina modern.

Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat arus perdagangan serta meningkatkan daya saing komoditas unggulan Indonesia, khususnya dari Jawa Timur. (sat)