Pendidikan
UMM Sabet Top 15 Nasional THE Asia University Rankings 2026
MALANG, SURYAKABAR.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan yang mempertegas kualitasnya di kancah pendidikan internasional.
Berdasarkan rilis resmi lembaga pemeringkat bergengsi Times Higher Education (THE) Asia University Rankings 2026 pada 23 April 2026 lalu, Kampus Putih sukses mengamankan posisi yang sangat kompetitif.
Keberhasilan UMM dalam meraih posisi elit pada THE AUR 2026 ini menandai raihan International Competitiveness sebagai milestone UMM tahun 2026-2030.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Akreditasi dan Pemeringkatan UMM, Dr. Rina Wahyu Setyaningrum, M.Ed., menegaskan, pencapaian ini murni merupakan wujud pengakuan pemeringkatan internasional.
“Tahun lalu kita di peringkat 1501+, kali ini UMM berhasil menempati kelompok peringkat 801+ di kawasan Asia. Prestasi di tingkat nasional pun tak kalah gemilang, di mana UMM menduduki peringkat ke-15 se-Indonesia secara keseluruhan (PTN dan PTS), serta kokoh di peringkat ke-7 khusus untuk kategori Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Di lingkup Perguruan Tinggi Muhammadiyah, UMM meraih posisi ketiga. Hebatnya lagi, di antara PTN, UMM menjadi satu-satunya PTS di Jawa Timur dan Malang Raya yang sukses menembus pemeringkatan THE pada tahun ini,” jelasnya di sela peringatan Hardiknas.
Keberhasilan ini tidak lepas dari evaluasi ketat THE melalui 5 indikator utama, yakni Teaching, Research Environment, Research Quality, Industry, dan International Outlook.
Keunggulan paling mencolok dari UMM terletak pada sektor Industry Income. Rina sapaan akrabnya menjelaskan, tingginya poin di sektor ini didukung oleh atmosfer kampus yang baik berkat keberadaan unit bisnis, seperti rumah sakit.
Fasilitas tersebut dinilai tidak sekadar mendatangkan pendapatan bagi institusi, tetapi juga berperan penting sebagai laboratorium akademis bagi sivitas kampus.
Selain itu, melalui pendekatan terapan (applied) yang adaptif terhadap kebutuhan pasar, hubungan antara UMM dan dunia industri pun terbangun dengan sangat kuat.
Selain itu, UMM dinilai unggul berkat kualitas risetnya yang berfokus pada impact. Penilaian ini tidak hanya menghitung jumlah artikel yang dipublikasikan dosen, melainkan pada tingginya angka sitasi dari peneliti lain.
Meski meraih posisi mentereng, UMM tetap objektif melakukan evaluasi. Jika disandingkan dengan perguruan tinggi negeri ternama, skala publikasi secara kuantitas serta indikator riset dan sitasi masih menjadi area yang terus didorong perkembangannya.
Terakhir, ia menerangkan, pemeringkatan ini adalah bentuk nyata rekognisi internasional atas dedikasi kinerja akademik UMM.
Diharapkan, momentum kebanggaan ini tidak sekadar menjadi selebrasi, melainkan menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kualitas pada kelima indikator aktivitas akademik kampus putih di masa mendatang. (abs)

