SMP Al Falah Assalam Sidoarjo Peringati Hari Kartini, Murid Tuangkan Inspirasi Lewat Seni dan Aksi Lingkungan

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali dihidupkan di SMP Al Falah Assalam, Jalan Wisma Tropodo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, melalui beragam kegiatan kreatif dalam peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi sarana menanamkan nilai kesetaraan, kreativitas, dan kepedulian lingkungan kepada para siswa.

Berbagai aktivitas digelar dalam rangkaian peringatan tersebut. Mulai dari melukis sosok Kartini, membuat kolase wajah Kartini dari biji-bijian, mewarnai wayang Kartini, hingga kegiatan No Plastic Day.

Selain itu, para murid juga mengikuti pameran kokurikuler, membuat Tree of Hope, deklarasi kesetaraan gender, pembacaan puisi tentang Kartini dan Hari Bumi, penampilan tari kokurikuler, serta lomba membaca surat-surat Kartini.

Baca Juga:  UMSIDA Gelar International Class Laboratory, Bahas Isu Governance Global Bersama Akademisi Malaysia dan Filipina

Azalea Rayya Adinegara, siswi kelas VII yang mengikuti kegiatan membuat kolase wajah Kartini, mengaku tidak mengalami kesulitan berarti saat mengerjakan karyanya. Ia membuat kolase menggunakan bahan biji kacang hijau dan beras merah.

“Membuatnya dibimbing ustadzah, jadi tidak susah, tetapi memang butuh kesabaran. Jadinya sangat mengasyikkan,” ujarnya.

Azalea menilai sosok Kartini sebagai tokoh yang luar biasa dalam memperjuangkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.

Baca Juga:  Unesa Siagakan Infrastruktur Triple Backup UTBK SNBT 2026 Sambut 20.340 Peserta

“Beliau adalah pemersatu gender antara pria dan wanita. Jasanya sangat besar sekali,” kata Azalea yang bercita-cita menjadi hakim.

Sementara itu, Kepala SMP Al Falah Assalam, Muhammad Ma’ruf, menjelaskan, peringatan Hari Kartini di sekolahnya dikemas melalui sepuluh kegiatan berbeda yang dirancang untuk menggali potensi para murid.

Baca Juga:  Unusa Perluas Kolaborasi Riset Internasional dan Magang ke Luar Negeri

“Kami ingin anak-anak meneladani perjuangan kesetaraan gender seperti yang diperjuangkan Ibu Kartini. Bukan hanya menjadi motivasi bagi diri mereka sendiri, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan sesuai potensi yang dimiliki,” tuturnya.

Menurut Ma’ruf, Kartini merupakan sosok yang telah selesai dengan dirinya sendiri sehingga mampu memberi inspirasi lebih luas.

“Karena telah selesai dengan dirinya sendiri, sosok Kartini bisa menginspirasi bukan hanya dirinya maupun keluarga, tetapi juga lingkungan hingga masyarakat Indonesia,” tutupnya. (sat)