Pendidikan
Tim Pakar Kemendiktisaintek Visitasi FKG Unair, Dorong Program Hilirisasi Riset Prioritas 2025
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Tim pakar dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikisaintek) RI mengunjungi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (FKG Unair), Senin (3/11/2025).
Kunjungan ini merupakan bagian dari program Hilirisasi Riset Prioritas Skema Dorongan Teknologi 2025 yang berlangsung, Senin hingga Rabu (3-5/11/2025).
Tim yang dipimpin dr Lia Faridah MSi ini melakukan evaluasi terhadap kelayakan dan potensi komersialisasi produk hasil riset karya peneliti di FKG Unair, yakni Graptodent dan Graptocare.
Produk hasil riset yang mendapat pendanaan dari Kemendiktisaintek pada 2024 ini merupakan pembersih tiruan berbasis herbal daun ungu, dengan dosen pembimbing sekaligus peneliti di FKG Unair drg Ratri Maya Sitalaksmi MKes PhD SpPros Subsp TMD-OP. Produk ini dinilai memiliki potensi global sebagai solusi ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.
Dekan FKG Unair Prof Dr drg Muhammad Luthfi MKes PBO mengatakan, visitasi ini berawal saat mahasiswa dan dosen FKG Unair meraih penghargaan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2023 di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.
“Tujuan visitasi ini adalah memberikan suatu bimbingan terkait bagaimana cara menyusun, kemudian membedah naskah juara yang sudah kita dapatkan pada saat tahun 2023, nanti akan dibimbing sampai tahap komersialisasi,” ujarnya.
Prof Luthfi menegaskan, produk riset dari mahasiswa maupun dosen tidak boleh berhenti di laboratorium. Namun, harus berdampak nyata bagi masyarakat melalui salah satu bentuk produk hilirisasi. Sehingga, pendampingan dari tim pakar Kemendiktisaintek memudahkan untuk mengembangkan kerja sama menuju dunia industri.
“Dari bimbingan ini nanti bagaimana supaya bisa dikawal dan sukses menembus proses komersialisasi. Dan, tim ini juga tidak bisa memberikan suatu jaminan bahwa nanti akan bisa dikomersialisasi, tapi paling tidak memberikan suatu arahan bagaimana poin-poin penting terkait metodologi sampai dengan proses komersialisasi itu yang mendapat pendampingan dari tim dari Kementerian,” tegasnya.
Dosen pembimbing sekaligus peneliti di FKG Unair drg Ratri Maya Sitalaksmi MKes PhD SpPros Subsp TMD-OP menjelaskan, tim pakar dari Kemendiktisaintek bertugas untuk menyusun Pra-Studi Kelayakan atau Pre-Feasibility Study (Pre-FS) secara sistematis, komprehensif, dan sesuai dengan standar evaluasi nasional.
“Tahapan ini merupakan bagian penting dalam proses hilirisasi riset, yang bertujuan menjembatani “valley of death”, yaitu kesenjangan antara hasil penelitian di laboratorium dan tahap implementasi industri, agar inovasi hasil riset dapat terus berlanjut hingga siap dikomersialisasikan,” jelasnya.
drg Ratri menyebut, produk riset Graptodent dan Graptocare ini merupakan pembersih gigi tiruan (denture cleanser) berbasis bahan herbal alami Indonesia, daun ungu Graptophyllum pictum L. (Griff), yang memiliki aktivitas antimikroba dan antifungal, serta dikembangkan sebagai solusi alternatif yang ramah lingkungan dan berdaya saing global.
“Selama visitasi, tim pakar melakukan evaluasi mendalam terhadap aspek teknologi, pasar, dan kelayakan komersialisasi produk, serta memberikan rekomendasi strategis untuk memperkuat kesiapan hilirisasi dan kolaborasi industri,” terangnya.
Visitasi ini juga menjadi momentum penting bagi Unair untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mendorong transformasi riset menjadi produk inovatif yang bernilai ekonomi tinggi. (aci)


