Sekolah Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo Vaksinasi 350 Siswa dan Anak-anak Sidoarjo

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Sekolah Pembangunan Jaya (SPJ) 2 Sidoarjo melakukan vaksinasi bagi siswa dan warga Sidoarjo, khusus anak usia 12-18 tahun, Selasa (24/8/2021).

Kegiatan ini bekerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Gedangan Sidoarjo, serta didukung sejumlah mahasiswa warga Desa Ketajen, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo.

Kepala SMP SPJ-2, Sidoarjo Dewi Masyhitoh mengatakan, kegiatan vaksinasi ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh managemen SPJ, dan para siswa SPJ khususnya.

Sehingga, saat aktifitas belajar mengajar kembali normal, secara tatap muka, peserta anak didik SPJ-2 Sidoarjo sudah tervaksin.

“Kegiatan vaksinasi ditujukan khususnya bagi siswa SMP dan SMA. Di sini ada 350 siswa dari keseluruhan siswa yang usianya antara 12-18 tahun, dari tingkat SMP dan SMA,” kata Dewi Masyhitoh kepada suryakabar.com, Selasa (24/8/2021).

Baca Juga:

Jatah dosis yang diberikan Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes Sidoarjo) dan ditujukan kepada Unit Puskesmas Gedangan, 600 dosis vaksin, jenis Sinovac, dengan rentang waktu dosis ke-2 adalah 28 hari, lanjut Dewi.

Menurut Dewi, karena siswa SPJ berusia 12-18 tahun sekitar 350 siswa, SPJ berbagi dengan anak karyawan dan staf SPJ yang belum melakukan vaksin. Termasuk, juga membuka pendaftaran secara online bagi warga Sidoarjo yang ingin mengikuti vaksinasi ini.

“Selain untuk siswa, jatah vaksin ini kita salurkan bagi anak-anak karyawan di sini. Seperti, satpam, cleaning servis, dan anak-anak dari staf SPJ yang belum vaksin,” ujarnya.

“Bahkan, saat kegiatan vaksinasi ini kita share melalui sosmed SPJ, banyak warga berantusias ingin mengikutkan anak-anaknya. Dan kita juga ikutkan dalam kegiatan ini,” sambungnya.

Disamping itu, imbuh Dewi, peserta yang akan mengikuti kegiatan vaksinasi dikenalkan dengan aplikasi maupun website PeduliLindungi. Termasuk saat proses pendaftarannya, peserta diarahkan melakukan registrasi ke portal PeduliLindungi.

“Dengan kegiatan vaksinasi ini, SPJ-2 Sidoarjo kedepannya akan lebih siap menghadapi proses belajar mengajar secara tatap muka, jika sudah benar-benar dibuka kembali oleh pemerintah,” tuturnya.

“Meski saat ini masih melakukan proses belajar mengajar secara online, lingkungan di sini terus dilakukan perawatan, sehingga selain bersih juga tetap steril,” pungkasnya. (sty)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *