SDIT Nurul Hikmah Sidoarjo Sabet dua Medali Emas di Lomba Internasional
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Hikmah Sidoarjo mengawali pembelajaran semester genap tahun ajaran (TA) 2021, dengan menyabet dua medali emas pada lomba tingkat Internasional.
Dua medali emas tersebut diraih dua tim SDIT Nurul Hikmah, dari tim Innovative yang mengusung tema lomba, Egg Freshness Detector Based on RGB Arduino Sensor dan tim Entrepreneur dengan tema Salted Eggs with Various Flavor (An Alternative to Increasing the Selling Value of Duck Eggs).
Ketua tim Innovative Najma Aisyah Ahsana dan anggota tim, Izdihar Mekkah al Multazam. Keduanya merupakan siswa kelas empat, SDIT Nurul Hikmah, Sidoarjo.
Sedangkan, dari tim Entrepreneur terdiri dari, Olivia Aerilyn Syifa, sebagai ketua tim dengan anggota Wina Indriani, Althair Rafiuddin, Kenzie Akasa. Mereka merupakan siswa kelas tiga, SDIT Nurul Hikmah Sidoarjo.
Guru Pembimbing Tim Innovative, SDIT Nurul Hikmah, Sidoarjo, Nur Afifatuz mengatakan, pihaknya akan terus mendukung penuh minat dan bakat siswa.
Sejauh ini, sudah banyak siswa-siswi SDIT Nurul Hikmah, Sidoarjo yang berhasil meraih juara baik tingkat nasional maupun internasional.
“Khusus tim inovatif, sudah dua kali ini mereka juara. Sebelumnya, 2020 pernah juara tingkat nasional. Dan kali ini mereka kembali menjuarai lomba internasional,” katanya kepada suryakabar.com, Senin (29/3/2021).

Ketua tim Innovative SDIT Nurul Hikmah, Sidoarjo, Najma Aisyah Ahsana mengaku, alat deteksi telur tersebut merupakan pengembangan alat saat merebut juara tingkat nasional 2020.
Menurut Aisyah, sapaan Najma Aisyah Ahsana, alat deteksi tersebut awalnya berfungsi secara manual. Mendeteksi kondisi telur dengan cahaya lampu, yang dihasilkan dari aliran listrik.
Namun, saat diikutkan lomba tingkat internasional, diselenggarakan Asean Innovation Science Environmental dan Entrepreneur Fair (AISEEF), Februari 2021, alat tersebut sudah dilengkapi tambahan layar sensor, dan Sollar Cell, pengganti energi listrik dari cahaya matahari.
“Alhamdulillah pengembangan alat deteksi telur itu menang, mendapat medali emas dan Spesial Award IYSA. Semoga teman-teman yang lain bisa mencontoh keberhasilan kami ini,” harapnya.

Terpisah, guru pembimbing dari tim Entrepreneur SDIT Nurul Hikmah, Sidoarjo, Silvia Asvinia mengatakan, disamping pengembangan dalam bidang teknologi, siswanya yang berbakat dalam bidang bisnis turut didampingi.
Ketua tim Entrepreneur SDIT Nurul Hikmah, Sidoarjo, Olivia Aerilyn Syifa mengatakan, ide tema yang diikutkan lomba di AISEEF mengambil kearifan lokal Sidoarjo.
Menurut Olivia, sapaan Olivia Aerilyn Syifa, Sidoarjo merupakan daerah penghasil telur bebek, Terkait itu, produksi telur asin saat ini masih bisa dikembangkan terutama dalam penjualan.
“Materi atau tema yang kami usung dalam lomba itu, kami ingin mengingatkan ke masyarakat, bisnis bisa dimulai dari potensi yang ada di sekitar kita. Potensi itu harus dipertahankan dan nantinya dikembangkan,” pungkasnya. (sty)