PLN Nusantara Power Siapkan PLTS Terapung Karangkates Jadi Terbesar Kedua di Indonesia
SURABAYA, SURYAKABAR.com – PLN Nusantara Power (PLN NP) menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Waduk Sutami, Kabupaten Malang, menjadi PLTS terapung terbesar kedua di Indonesia setelah PLTS Terapung Cirata yang berkapasitas 192 megawatt peak (MWp).
Dengan kapasitas terpasang mencapai 133 MWp, kehadiran PLTS Terapung Karangkates sekaligus akan menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu wilayah penting dalam pengembangan energi surya terapung di Indonesia.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan, hingga saat ini pembangunan infrastruktur proyek energi ramah lingkungan tersebut telah mencapai 70 persen.
“Percepatan pembangunan PLTS Terapung Karangkates merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat bauran energi baru terbarukan sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Berlokasi di kawasan Waduk Sutami/Karangkates yang mencakup Kecamatan Sumberpucung dan Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, proyek ini mengedepankan optimalisasi pemanfaatan permukaan waduk tanpa mengesampingkan fungsi utama kawasan perairan tersebut.
Dari luas perairan waduk yang mencapai sekitar 1.905 hektare pada kondisi normal, pembangunan PLTS hanya memanfaatkan sekitar 71,435 hektare untuk penempatan modul surya, atau setara 3,7 persen dari keseluruhan area.
Penempatan modul photovoltaic (PV) juga telah mempertimbangkan karakteristik waduk, termasuk kondisi Low Water Level (LWL), guna mendukung keberlanjutan operasional pembangkit.
PLTS Terapung Karangkates dirancang dengan delapan PV island yang memiliki rata-rata rasio DC/AC sebesar 1,33. Konfigurasi tersebut menjadi bagian dari upaya optimalisasi produksi listrik berbasis energi matahari dengan tetap memperhatikan efisiensi dan keandalan sistem.
Selain mempercepat penyelesaian fasilitas pembangkitan, proyek ini turut mencakup pembangunan infrastruktur penyaluran listrik menuju jaringan transmisi.
Fasilitas tersebut meliputi jaringan transmisi 150 kV sepanjang sekitar 4,6 kilometer sirkuit atau 2,3 kilometer rute, serta pembangunan extension bay pada Gardu Induk Sutami 150 kV.
Infrastruktur pendukung tersebut memiliki peran penting dalam memastikan energi listrik yang dihasilkan PLTS Terapung Karangkates nantinya dapat tersalurkan secara optimal ke sistem kelistrikan.
Memasuki tahap lanjutan konstruksi, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian fasilitas utama, kesiapan sistem kelistrikan, serta rangkaian pengujian teknis.
Tahapan backfeeding power dan sinkronisasi dengan jaringan menjadi bagian penting dari proses persiapan menuju pengoperasian pembangkit.
PLN Nusantara Power menargetkan proses inisiasi produksi listrik pertama dapat dimulai pada awal Desember 2026. Selanjutnya, proyek ini diarahkan untuk memasuki tahap operasi pada awal 2027.
Pengembangan PLTS Terapung Karangkates juga mencerminkan pendekatan pemanfaatan aset yang lebih efisien.
Dengan menggunakan sebagian kecil permukaan waduk, proyek ini memungkinkan penambahan kapasitas pembangkit energi terbarukan tanpa memerlukan pembukaan lahan baru dalam skala besar.
Waduk Karangkates yang dikelola Perum Jasa Tirta I menjadi lokasi pengembangan proyek, dengan area pembangunan berada pada Zona Umum Waduk Karangkates sesuai dengan peruntukan kawasan yang telah ditetapkan. (aci)

