Hari Santri Nasional 2026
Ribuan Santri Padati Jateng Bersholawat Peringati Hari Santri Nasional 2026

TEGAL, SURYAKABAR.com – Perayaan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah berlangsung meriah dan penuh makna. Ribuan jemaah memadati kegiatan Jawa Tengah Bersholawat, yang digelar di Kota Tegal, Rabu (21/10/2026) malam.

Selawat dipimpin Habib Ali Zainal Abidin Asegaf dengan Majelis Azzahir Pekalongan. Hadir pula pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudori (Gus Yusuf), dan pengasuh Ponpes Al Falah Ploso Kediri, KH Abdurrahman Al Kautsar (Gus Kautsar).

Para ulama tersebut duduk bersama Gubernur Ahmad Luthfi, Wagub Taj Yasin Maimoen, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, dan perwakilan daerah lain.

Baca Juga:  Motoran Santun Warnai Hari Santri Nasional 2026 di Sidoarjo, Bupati Subandi: Santri Aset Masa Depan Bangsa

Mereka bersama para santri hanyut dalam bacaan selawat dan doa untuk kebaikan para santri. Afif, santri asal Balamoa, Balapulang, Kabupaten Tegal, mengaku sangat senang bisa hadir langsung dalam Jateng Bersholawat.

“Jos jis, sangat meriah! Senang banget, malah ditunggu-tunggu. Selain dapat berkahe selawat, juga dapat nasehat dari ulama-ulama,” ujar Afif bersama temannya, Jian di sela-sela kegiatan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme warga Kota Tegal dan sekitarnya yang hadir berselawat bersama.

Baca Juga:  Banyuwangi Gelar Rembug Santri, Ruang Jaring Aspirasi Generasi Pesantren

“Peringatan Hari Santri mengandung makna mendalam tentang jihad sejarah yang digelorakan Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari melawan penjajah. Hari ini, resolusi jihad kita adalah memerangi kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi.

Ditambahkan, Jawa Tengah memiliki sekitar 5.325 pesantren dengan 815.504 santri. Pemprov Jateng terus menggulirkan program beasiswa pendidikan hingga jenjang magister ke luar negeri, bagi para santri.

Gus Yusuf menegaskan peringatan Hari Santri tak boleh berhenti di seremonial semata.

Baca Juga:  Kemenhaj Tetapkan Rencana Perjalanan Haji 2027, Jemaah Mulai Masuk Asrama 10 April 2027 dan Pemberangkatan Gelombang Pertama 11 April 2027, Ini Jadwal Lengkapnya

“Hari Santri tidak hanya sekadar upacara atau ramai-ramai, tetapi kita maknai lebih dalam untuk meneruskan tugas para ulama, yakni himayatul ummah wa himayatul wathon, menjaga keselamatan umat dan bangsa,” tegas Gus Yusuf.

Sementara itu, Gus Kautsar mengingatkan peran penting santri di tengah masyarakat.

“Santri harus selalu siap menjadi solusi bagi siapa pun yang sedang jatuh-jatuhnya. Yang paling mengerti bagaimana cara kita bangkit dan berjuang ketika jatuh, itu seharusnya santri,” tutur Gus Kautsar. (*)