Berita Sidoarjo
Waspada Influensa Mengintai Anak-anak, Kenali Gejalanya, Ini Pesan Dokter Spesialis Anak RSU Assakinah Medika Sidoarjo

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Demam tinggi yang datang tiba-tiba, disertai batuk dan pilek, jangan buru-buru dianggap sebagai flu biasa. Dalam beberapa pekan terakhir, kasus influenza dilaporkan mengalami peningkatan di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya dan Sidoarjo.

Kondisi tersebut membuat orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika anak mulai menunjukkan gejala infeksi saluran pernapasan.

Dokter Spesialis Anak RSU Assakinah Medika Sidoarjo, dr. Nur Alfiani, Sp.A, mengonfirmasi adanya peningkatan kasus influenza sejak awal September 2026.

Menurut dr. Nur Alfiani, peningkatan kasus juga terlihat di sejumlah rumah sakit yang melakukan pemeriksaan melalui swab. Beberapa di antaranya melaporkan hasil pemeriksaan positif influenza.

Baca Juga:  Seratus Bidan Ikuti Forum Silaturahmi dan Pembinaan Profesi di RSU Assakinah Medika Sukodono Sidoarjo

“Penyakit ini sebenarnya bisa menyerang semua usia, tetapi kelompok anak-anak jauh lebih rentan,” ujar dr. Nur Alfiani, Kamis (1/10/2026) sore.

Menurutnya, anak-anak dinilai lebih rentan tertular karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa.

Penularan juga dapat terjadi melalui percikan dari saluran pernapasan atau droplet ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, maupun berbicara.

Gejala yang perlu diperhatikan antara lain batuk kering, pilek, dan demam tinggi. Pada tiga hari pertama, suhu tubuh anak dapat mencapai 39 hingga 40 derajat Celsius.

Penderita juga dapat mengalami nyeri otot atau malaise yang membuat tubuh terasa lemas dan sakit ketika digerakkan.

Jika tidak ditangani dengan baik, influenza dapat berkembang menjadi komplikasi. Salah satunya adalah pneumonia atau radang paru-paru yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga sesak napas.

Baca Juga:  Super Flu Masuk Indonesia, Dokter Paru RSU Assakinah Medika Sidoarjo Imbau Warga Tetap Waspada Tanpa Panik

dr. Nur Alfiani meminta orang tua tidak hanya berfokus pada angka suhu tubuh anak. Tanda dehidrasi juga perlu menjadi perhatian, seperti anak terlihat semakin lemas, enggan minum, serta frekuensi buang air kecil menurun.

“Jika demam tinggi tak kunjung turun dalam kurun empat jam atau muncul gejala sesak napas, pasien harus segera dibawa ke IGD,” katanya.

Untuk mencegah penularan, masyarakat dianjurkan menjaga kebersihan tangan dan rumah, menggunakan masker ketika diperlukan, serta menerapkan etika batuk dan bersin. Istirahat cukup dan konsumsi makanan bergizi juga penting untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Baca Juga:  Resmikan Instalasi Dialisis RSUD Sibar, Wabup Mimik Idayana: Warga Sidoarjo Barat Tak Perlu Jauh-jauh Cuci Darah

Selain menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, vaksinasi influenza tahunan juga dinilai penting. Vaksinasi dapat menjadi salah satu upaya perlindungan karena virus influenza terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Meski kasus mengalami peningkatan, masyarakat diimbau tidak panik. Orang tua terutama diminta lebih peka terhadap perubahan kondisi anak agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

“Masyarakat tidak perlu panik karena gejalanya tidak seberat COVID-19. Yang terpenting adalah kewaspadaan orang tua dalam memantau kondisi anak. Jika anak tampak lemas dan menunjukkan gejala dehidrasi, segera periksakan ke fasilitas kesehatan,” tutup dr. Nur Alfiani. (sat)