Berita Sidoarjo
Hiu Paus Muncul di Tlocor, Pemkab Sidoarjo Bersiap Kembangkan Wisata Bahari Berbasis Konservasi

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Kemunculan hiu paus di perairan Tlocor, Kecamatan Jabon, Sidoarjo membuka peluang baru bagi pengembangan wisata bahari di wilayah pesisir tersebut.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai melihat potensi itu, namun pengembangannya dinilai perlu dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana meninjau langsung kawasan pesisir Tlocor menaiki speedboat bersama perwakilan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Jabon, Kamis (27/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Mimik melihat langsung keberadaan hiu paus di perairan Tlocor. Kemunculan satwa laut tersebut ia nilai dapat menjadi daya tarik wisata berbasis alam dan konservasi apabila dikelola dengan tepat.

“Saya keliling dengan pihak terkait untuk mengangkat potensi wisata yang ada di Sidoarjo, terutama wisata air. Ternyata di Sidoarjo ini ada hiu tutul dan sudah saya buktikan dengan melihat secara langsung keberadaan hiu tutul tersebut,” ujar Mimik.

Baca Juga:  Resmikan Desa Tematik Wisata Bahari Tlocor, PLN Kenalkan Electrifying Lifestyle dan Konvoi Motor Listrik

Menurut Mimik, kemunculan hiu paus tidak terjadi sepanjang waktu. Fenomena tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kondisi cuaca dan pasang surut air laut.

Oleh sebab itu, pemerintah perlu melakukan pemantauan dan pemetaan untuk mengetahui karakteristik perairan serta pola kemunculan satwa tersebut.

Mimik menegaskan, pengembangan wisata bahari di Tlocor tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan jumlah wisatawan.

Potensi alam di kawasan tersebut harus terhubung dengan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar sehingga kehadirannya memberikan manfaat yang lebih luas.

Baca Juga:  Dishub Jombang Disiagakan di Berbagai Titik, Pastikan Muktamar ke-35 NU Lancar

Ia juga mengapresiasi keterlibatan anak-anak muda yang ikut mendorong pengembangan wisata air di Sidoarjo. Menurut dia, keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi modal penting dalam mengembangkan potensi wisata daerah.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo belum akan terburu-buru menetapkan bentuk pengembangan kawasan Tlocor. Kajian lebih lanjut diperlukan, termasuk terkait potensi kawasan, keselamatan wisatawan, kelestarian lingkungan, dan aspek legalitas.

“Ke depannya nanti kita harus mengkaji ulang potensinya seperti apa. Karena ini masih wilayahnya BBWS dan Kementerian PU, jadi kita harus kerja sama. Kita akan komunikasikan dengan pemerintah pusat dan provinsi ini sebaiknya seperti apa, terutama menyangkut izin-izinnya,” kata Mimik.

Baca Juga:  Banyuwangi Raih Dua Penghargaan Implementasi Kawasan Tanpa Rokok Jawa Timur 2026

Selain hiu paus, ia juga menemukan potensi lain di kawasan pesisir Tlocor, yakni rumput laut. Komoditas tersebut dinilai dapat menjadi salah satu bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat daya tarik kawasan.

Mimik menyebut rumput laut yang dihasilkan di kawasan Tlocor memiliki kualitas yang baik. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun melihat potensi komoditas tersebut sebagai bagian dari kekayaan pesisir yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan.

“Mengingat di pesisir tadi terlihat banyak rumput laut, ini merupakan salah satu komoditas yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Rumput laut ini memiliki kualitas yang sangat bagus,” ujarnya.

Dengan kemunculan hiu paus dan potensi rumput laut tersebut, kawasan Tlocor kini memiliki peluang untuk dikembangkan tidak hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai kawasan yang mengintegrasikan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Pemerintah daerah masih perlu memastikan seluruh rencana tersebut berjalan sesuai aturan dan tidak mengganggu ekosistem perairan. (sat)