Berita Sidoarjo
Rob Rendam Pesisir Sedati, Sidoarjo

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Banjir rob atau pasang air laut kembali merendam sejumlah kawasan pesisir di Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Akibatnya, permukiman warga hingga area tambak terendam sejak empat hari lalu.

Empat desa terdampak dalam peristiwa ini, yakni Desa Kalanganyar, Tambak Cemandi, Banjar Kemuning, dan Segoro Tambak. Ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 20 sentimeter, bahkan di sejumlah titik mencapai setinggi lutut orang dewasa.

Menurut warga setempat, Mashudi, Selasa (19/5/2026) air mulai naik sekitar pukul 09.00 WIB dan berangsur surut sekitar pukul 12.00 WIB.

Baca Juga:  Kecamatan Sukodono Lumajang Dilanda Banjir di Tengah Kemarau, Lumajang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Anomali Cuaca

Genangan air laut tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga mengganggu usaha tambak dan perikanan yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat pesisir.

“Rob seperti ini terjadi dua kali dalam setahun. Nanti di akhir bulan Juli Rob datang lagi. Bisa lebih tinggi atau rendah,” ucapnya.

Ia bercerita, di tahun 2025, rob yang datang di malam hari masuk ke rumahnya cukup tinggi. “Saat itu saya tinggal pergi, peralatan elektronik seperti televisi dan kulkas ya rusak,” terang Mashudi.

Baca Juga:  Jelang Idul Adha, Peternak Sapi di Sidoarjo Kebanjiran Pembeli

Sementara itu Camat Sedati, Dedy Kurniawan membenarkan rob yang terjadi. “Untuk bulan ini, banjir rob terjadi pada pagi hari dan biasanya mulai surut sore hari,” jelasnya.

Menurut dia, fenomena pasang air laut membuat aktivitas masyarakat tidak dapat berjalan normal. Sejumlah kolam pancing milik warga bahkan terpaksa menghentikan operasional sementara karena area usaha tergenang. “Banjir rob ini diprediksi berakhir besok Rabu,” sambungnya.

Baca Juga:  Warga Perumahan Taman Candiloka Ngampelsari, Sidoarjo Mulai Sambut HUT ke-81 RI, Agustusan Disiapkan Lebih Meriah dengan Reog dan Bazar UMKM, Ada Lomba Estafet Karaoke

Keluhan disampaikan Mulyadi (59), petani tambak setempat. Ia mengaku banjir rob menyebabkan kerugian besar, karena hasil tambak rusak dan sebagian hanyut terbawa arus laut.

“Sangat merugikan petani tambak. Banyak hasil tambak rusak dan hanyut. Tapi ya bagaimana lagi,” keluhnya.

Agar air tidak masuk ke rumah, beberapa warga membendung pintu masuk rumahnya. Warga juga menutup akses kendaraan ke Timur agar tidak terjebak macet. (sat)