Pendidikan
Tak Sekadar Belajar di Kelas, Siswa SMP Al Muslim Jadi Penggerak Perubahan di Desa

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Siswa kelas VIII SMP Al Muslim membuktikan, pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Melalui program Young Changemakers (YCM) 2025/2026, para siswa terjun langsung ke masyarakat untuk menghadirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan, kesehatan, hingga pemberdayaan UMKM.

Program yang menjadi bagian dari pembelajaran leadership itu dimulai sejak September 2025. Para siswa melakukan survei dan wawancara di sejumlah desa sekitar sekolah untuk memetakan persoalan masyarakat.

Hasilnya kemudian diolah menjadi proposal aksi sosial yang dipresentasikan di hadapan orang tua dan praktisi. Tak hanya itu, siswa juga belajar menggalang dana secara mandiri melalui bazar dan kantin sekolah sebagai bentuk latihan kewirausahaan sosial.

Baca Juga:  Bawa Pulang Emas dari Thailand, Dua Siswa SMP Al Falah Darussalam Tropodo Sidoarjo Juara Kompetisi Inovasi Internasional dengan Alat Evakuasi Banjir ALIVE

Puncak kegiatan berlangsung sepanjang April–Mei 2026 dengan melibatkan 10 tim aksi dari lima kelas VIII. Berbagai program dijalankan di Desa Berbek, Tambakrejo, Tambak Sumur, Kepuhkiriman, hingga Dusun Wadungasri dan Gedongan.

Aksi yang dilakukan pun beragam, mulai dari pelatihan inovasi UMKM, edukasi kesehatan mental, layanan kesehatan lansia dan balita, pengolahan sampah rumah tangga, pembuatan eco enzyme, daur ulang minyak jelantah menjadi sabun, hingga penghijauan dan pertanian organik.

Baca Juga:  Siswa SMP Al Falah Darussalam Sidoarjo Raih Apresiasi Gubernur Jatim dan Bupati Sidoarjo, Siap Melaju ke Ajang Internasional di Thailand

Salah satu program yang mencuri perhatian adalah pendampingan UMKM di Desa Berbek oleh siswa kelas VIII Abu Bakar Ash Shiddiq.

Setelah menggelar workshop kewirausahaan pada April lalu, para siswa kembali turun, Kamis (7/5/2026) untuk mendampingi langsung pelaku usaha warga agar program berjalan berkelanjutan.

Kepala SMP Al Muslim, Ustazah Ika Sriyaningsih mengatakan, program YCM menjadi bentuk nyata visi sekolah dalam mencetak pemimpin muda yang peduli terhadap masyarakat.

“Program Young Changemakers adalah wujud nyata visi sekolah dalam melahirkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap permasalahan masyarakat dan berani mengambil tindakan nyata,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga:  Siswi asal Prancis Lancar Bahasa Indonesia, setelah Selesaikan Studi 10 Bulan di Smamda Surabaya

Sementara itu, guru pembimbing YCM, Ustazah Eko Puji Lestari menyebut pendekatan berbasis aksi lapangan ini sejalan dengan konsep pembelajaran mendalam atau deep learning yang kini dikembangkan pemerintah.

“Kami ingin pembelajaran menjadi bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan. Siswa belajar langsung dari kehidupan nyata dan merasakan, kehadiran mereka dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Respons positif juga datang dari warga. Yayuk, pelaku UMKM di Desa Berbek, mengaku terbantu dengan pendampingan yang dilakukan siswa.

“Mereka mengajari kami cara mengatur keuangan usaha dan berinovasi dalam produk. Rasanya seperti punya teman bisnis baru,” tuturnya. (sat)