Berita Sidoarjo
Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono Soroti Kondisi Perlintasan KA di Sidoarjo
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyoroti kondisi perlintasan sebidang rel kereta api dengan jalan raya di wilayah Kabupaten Sidoarjo yang dinilai masih membahayakan pengguna jalan.
Ia meminta pemerintah daerah segera memastikan permukaan rel dan aspal rata tanpa lubang, terutama di perlintasan Tulangan yang disebutnya “parah sekali”.
Menurut Bambang, perlintasan yang tidak rata dapat membuat kendaraan melambat bahkan mogok di atas rel saat kereta mendekat.
“Kalau kendaraan pelan atau mogok di lintasan berpotensi kecelakaan fatal dan sudah beberapa kali terjadi di Sidoarjo,” ujarnya saat meninjau perlintasan di Tanggulangin Sidoarjo, Rabu (25/2/2026) siang.
Ia mencontohkan perlintasan di Tanggulangin yang telah diperbaiki dan diaspal saat pekerjaan rel, sehingga lebih aman dilalui.
Bambang menegaskan perbaikan lintasan sebidang merupakan kewenangan pemerintah kabupaten melalui dinas terkait.
“Tidak boleh ada lagi masyarakat terhambat atau celaka karena lintasan berlubang,” tegasnya.
Selain kondisi fisik, Bambang juga menyoroti masih maraknya pelanggaran pengendara yang menerobos palang pintu kereta di jalur ganda Tanggulangin.
Ia menilai pembatas jalur ganda kurang tinggi sehingga pengendara bisa berpindah jalur dan menerobos. Ia meminta Pemkab Sidoarjo, Satpol PP, dan kepolisian menindak tegas pelanggar sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kita harus lindungi masyarakat. Lebih baik bersabar saat palang pintu tertutup daripada memaksakan diri dan membahayakan nyawa,” katanya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Tanggulangin Rico Franbista mengakui masih ada pengendara yang nekat melintas saat sinyal dan palang sudah aktif. Pihaknya rutin berkoordinasi dengan petugas lintasan dan aparat untuk sosialisasi keselamatan.
“Perlintasan Tanggulangin sudah lebih baik setelah perbaikan, tapi disiplin pengguna jalan tetap kunci utama. Kami imbau masyarakat berhenti di belakang marka dan menunggu sampai palang benar-benar terbuka,” ujar Rico.
Ia menambahkan, pihak stasiun terus melaporkan kondisi lintasan kepada instansi terkait agar perbaikan di titik lain seperti Tulangan bisa segera dilakukan.
“Tujuannya sama, mencegah kendaraan tersangkut atau mogok di rel dan menghindari kecelakaan,” imbuhnya. (sat)



