Ramadhan 2026
Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah dan Bagikan Beras Gratis di Tanggulangin, Sidoarjo, Jelang Ramadhan 2026

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar pasar murah sekaligus membagikan beras gratis kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Pasar Wisata, Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (8/1/2026) siang.

Pasar murah tersebut menjadi langkah awal Pemprov Jatim dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, terutama menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang kerap diiringi peningkatan kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan Jawa Timur, Iwan, menyebut kegiatan di Tanggulangin ini menjadi pasar murah perdana yang digelar Pemprov Jatim di 2026.

“Ini pasar murah yang pertama di 2026 yang dilaksanakan Ibu Gubernur. Kita juga mempersiapkan kegiatan ini dalam rangka menyongsong bulan Ramadhan sekaligus Hari Raya Idul Fitri,” ujar Iwan usai mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Baca Juga:  Pemprov Jawa Timur Gelar Pasar Murah di Desa Sawotratap, Gedangan, Sidoarjo Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok

Iwan menjelaskan, meski bulan Ramadhan baru akan dimulai pada 18 Februari 2026, Pemprov Jatim memilih bergerak lebih awal untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga bahan pokok di pasaran.

Dalam pasar murah tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga jauh di bawah harga pasar.

Telur ayam dijual seharga Rp 22.000 per kilogram, sementara di pasaran telah mencapai sekitar Rp 28.000 per kilogram.

Baca Juga:  Bupati Lumajang Indah Amperawati Tekankan Disiplin Fiskal dan Akselerasi Ekonomi dalam RKPD 2027

Gula pasir dibanderol Rp 14.500 per kilogram, lebih murah dibanding harga pasar yang berada di kisaran Rp 17.000 per kilogram.

“Tujuannya agar tidak terjadi lonjakan harga di bulan Ramadhan nanti. Tadi teman-teman sudah melihat sendiri bagaimana perbedaan harga di pasar murah dengan harga di pasaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iwan mengungkapkan, sepanjang 2026, Pemprov Jatim telah mengagendakan pelaksanaan pasar murah di sekitar 110 titik di berbagai daerah di Jawa Timur.

Namun, realisasinya akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan serta arahan langsung dari Gubernur Jawa Timur.

Baca Juga:  Banyuwangi Surplus Ratusan Ribu Ton Beras dan Jagung, Berkontribusi pada Swasembada Pangan Nasional

“Yang sudah teranggarkan ada sekitar 110 titik. Namun kita lihat situasinya nanti seperti apa dan tentu menunggu arahan dari Ibu Gubernur,” katanya.

Ia menambahkan, lokasi pasar murah akan diprioritaskan di tingkat kelurahan atau desa agar mudah dijangkau masyarakat.

“Titik-titiknya pasti di kelurahan atau desa karena dekat dengan masyarakat. Mereka butuh menjangkau minyak, gula, dan kebutuhan pokok lainnya,” tutup Iwan. (sat)