Pendidikan
Mahasiswa FEB Unair Juara 1 Nasional lewat Inovasi Penjualan Kredit Karbon Berbasis Blockchain
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) mencatatkan prestasi membanggakan di kancah nasional.
Mereka adalah Alfino Sindu Prasetya, Faiza Aulia Afifah, dan Muhammad Rauf Alfarizi. Ketiganya berhasil meraih Juara 1 Syariah Business Plan Competition dalam ajang Sharia Economics Celebration 18th yang digelar Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) FEB Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Melalui ide bisnis bertajuk jual beli kredit karbon berbasis teknologi blockchain, tim ini menghadirkan gagasan perdagangan karbon yang berwawasan lingkungan dan mendukung inklusivitas investasi hijau.
Rauf mengatakan, dalam konsep tersebut, lahan sawit yang memiliki potensi menyerap karbon disertifikasi dan dikonversi menjadi token digital, di mana setiap token mewakili satu ton karbon yang dapat diperjualbelikan.
Menurutnya, gagasan tersebut lahir dari kepedulian tim terhadap isu emisi gas rumah kaca yang kian meningkat di Indonesia. Mereka melihat lahan yang memiliki potensi serapan karbon dapat menjadi sumber ekonomi baru jika dikelola dengan pendekatan yang tepat.
“Melalui sistem tokenisasi karbon, masyarakat, termasuk petani pemilik lahan, dapat berpartisipasi dalam perdagangan karbon dan memperoleh nilai ekonomi dari aset yang mereka miliki,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).
Rauf menjelaskan, ide ini tidak hanya berfokus pada isu lingkungan, namun juga pada inklusi ekonomi masyarakat. “Kami ingin menghadirkan solusi bagi masalah emisi gas rumah kaca sekaligus memperluas akses investasi hijau berbasis syariah,” jelasnya.
Sedangkan, Alfino menyebut timnya ingin menunjukkan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi hijau berbasis syariah.
“Kami ingin Indonesia bisa menjadi market leader di bidang ekonomi hijau dan energi terbarukan, terutama melalui perdagangan karbon berbasis syariah,” ungkapnya.
Tidak hanya berhenti pada ide, tim juga menyiapkan strategi pemasaran yang matang agar bisnis tersebut dapat diterapkan secara nyata.
Faiza menegaskan, target pasar dari bisnis ini cukup luas, mulai dari masyarakat berusia 20 tahun ke atas hingga investor yang tertarik pada sektor hijau.
“Kami menggunakan strategi marketing mix dengan harga yang dinamis, namun tetap stabil. Platform-nya berbasis website dan aplikasi agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses,” tegasnya.
Melalui strategi tersebut, tim berharap inovasi ini dapat menjadi jembatan menuju sistem perdagangan karbon syariah yang transparan dan bernilai ekonomi tinggi.
Selain memperkuat posisi Indonesia di pasar karbon global, inovasi ini juga diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat dari sektor berbasis lingkungan. (aci)


