Ketua Kormi Jatim Bagikan Alat Permainan Tradisional dan Olahraga, Jauhkan Dampak Buruk Penggunaan Gadget

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Gadget berupa smartphone atau yang lain telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari saat ini. Gadget bisa menimbulkan kecanduan, bukan hanya bagi kalangan anak-anak namun juga orang dewasa.

Kehadiran gadget bisa sangat bermanfaat, namun bisa juga berdampak buruk bagi penggunanya. Maka dari itu, penggunaan gadget, khususnya bagi anak-anak perlu dibatasi dan diawasi.

Untuk mengurangi ketergantungan penggunaan gadget, Ketua Kormi Jawa Timur, Hudiyono, membagikan alat permainan tradisional serta peralatan olahraga bola boli di RW IX, Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin. Penyerahan tersebut diberikan usai senam bersama, Minggu (31/12/2023) pagi.

Baca Juga:  Gelar Focus Group Discussion KORMI Jawa Timur Siap Dukung Indonesia Bugar 2045

“Gadget memberikan manfaat yang tak terbantahkan, terutama bagi orang dewasa, namun gadget juga menghadirkan ancaman besar bagi anak-anak,” tutur Hudiyono.

Menurut Hudiyono, anak-anak yang terlalu sering menggunakan gadget mudah terjerumus dalam perilaku kecanduan yang dapat mengganggu keseimbangan waktu, tidur, dan aktivitas fisik anak-anak. Selain itu, terlalu banyak waktu di depan layar dapat berkontribusi pada gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.

“Nah, permainan tradisional bisa mencegah dampak buruk itu, karena selalu dimainkan secara komunal atau berkelompok. Demikian juga dengan penyerahan peralatan voli berupa net dan bola ini, saya berharap warga khususnya pemuda terus bersemangat berolahraga. Semoga semakin sehat, guyub dan rukun saklawase,” pinta mantan PJ Bupati Sidoarjo ini.

Baca Juga:  Psikolog RSI Siti Hajar Sidoarjo Paparkan Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan pada Anak
Baca Juga:  Pemkab Banyuwangi Kucurkan Hibah Pendidikan Rp 18,3 Miliar, Bantuan Hibah Pendidikan Tidak Ada Potongan

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D, DPRD Kabupaten Sidoarjo, Zahlul Yussar mengatakan, gadget memberikan akses leluasa ke internet, di mana konten tidak pantas dan berbahaya dapat dengan mudah diakses.

“Harus ada berbagai filter dan pengawasan orang tua, tidak hanya waktu yang harus dibatasi, namun juga mengawasi konten yang diakses,” terang mantan atlet berkuda nasional ini.

“Pengenalan kembali permainan tradisional apapun jenisnya bisa mengembalikan keceriaan anak-anak dan keluarga. Begitu juga dengan olahraga, bisa meningkatkan interaksi antar warga sehingga bisa menambah kerukunan,” imbuh Zahlul. (sat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *