Harga Tepung Naik, Pengusaha di Sidoarjo Naikkkan Harga Roti

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Kenaikkan harga terigu dan gandum dikeluhkan para pengusaha roti di Sidoarjo. Mereka terpaksa menaikkan harga roti sekitar 10 persen dari harga sebelumnya.

Lina Nurmalasari, pengusaha roti warga Perumahan Mutiara Citra Graha, Kelurahan Bligo, Kecamatan Candi ini mengatakan, kenaikan bahan baku utama roti itu dirasakan sejak sebulan terakhir. Sebelumnya, ia membeli tepung terigu kemasan 25 kg seharga Rp 160 ribu, namun sekarang menjadi Rp 175 ribu. “Kenaikannya sekitar sepuluh persen,” keluh pemilik merk Virous ini.

Sedangkan tepung terigu premium kemasan 5 kg yang awalnya Rp 55 ribu saat ini merangkak naik menjadi Rp 62 ribu, atau naik hampir 13 persen. Sementara gandum kemasan 1 kg, yang sebelumnya ia beli dengan harga Rp 28 ribu sekarang menjadi Rp 32 ribu. Kenaikannya hampir menyentuh angka 18 persen.

“Sebagai pelaku usaha kecil menengah, saya belum mampu belanja bahan dengan partai besar agar lebih murah. Jadi mau gak mau ya harus mengikuti kenaikan harga ini,” ucap Lina, Senin (15/8/2022).

BACA JUGA:

roti1

Kenaikan harga bahan baku roti sangat berdampak terhadap omzet bulanan Lina. Sebelumnya, keuntungan bulanan Lina mencapai 9 persen dari omzet, karena dampak kenaikan ini, ia hanya mendapat laba 5 persen perbulan.

Untuk menyiasatinya, Lina terpaksa menaikan harga jual roti. “Kecuali roti gandum, harganya tetap, karena memang sejak awal harganya sudah mahal,” imbuhnya.

Lina berharap kepada pemerintah agar memperhatikan para pelaku usaha kecil menengah (UKM), mengingat banyak warga Sidoarjo yang menggantungkan penghasilan melalui berdagang produk UKM.

roti2

Hal serupa juga dikatakan Henny Tan Wijaya, pemilik Popular Bakery Sidoarjo. Ia mengatakan, selain tepung terigu dan gandum, bahan pokok roti lain seperti margarin dan telur juga ikut naik.

“Margarin itu naiknya hampi 70 persen, dari harga Rp 300 ribu sekarang menjadi Rp 500 ribu lebih. Itu kemasan 15 kilo. Telur hari ini harganya mencapai Rp 28 ribu per kilo padahal dua hari lalu masih Rp 25 ribu. Ini harga tertinggi selama belasan tahun saya berjualan roti,” terangnya.

Hal ini membuat ibu dua orang anak ini menaikkan harga sebagian roti. “Sekitar 10 persen saja. Tidak berani banyak-banyak, nanti dikeluhkan pelanggan,” imbuhnya. (sat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *