Guru Madrasah di Sidoarjo Ikuti Pelatihan di Kantor Kemenag Sidoarjo

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Balai Diklat Keagamaan Surabaya menggelar pelatihan kepada pejabat, staf, dan jajaran guru madrasah yang ada di Sidoarjo.

Rencananya, acara yang menempati Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo tersebut dilakukan selama enam hari mulai, 7-12 September 2020. Selain di Sidoarjo, jajaran Balai Diklat Keagamaan Surabaya juga menggelar di Pasuruan, dan Situbondo.

“Di sini (Sidoarjo), selain guru, perwakilan Wakil Kepala Madrasah, dan staf jajarannya. Melalui pelatihan kita harapkan terus ada peningkatan SDM dan mutu madrasah di wilayah Kemenag Jawa Timur,” kata Aziz Fuadi, salah satu panitia dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya, kepada suryakabar.com, Senin (7/9/2020).

Dalam kegiatan rutin tahunan itu, lanjut Aziz, sapaan Aziz Fuadi, untuk Sidoarjo diberikan tiga materi pelatihan. Yakni, Pembelajaran Tematik untuk guru Madrasah Ibtidaiyah (MI), Pelatihan Managemen untuk guru Madrasah Diniyah, dan Pelatihan Teknis Pelayanan Publik untuk para Wakil Kepala, dan jajaran Staf Madrasah, baik dari tingkat MI, hingga Madrasah Aliyah (MA).

BACA JUGA:

Terpisah, Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Tata Usaha (TU) Kemenag Sidoarjo, M Arwani, mengatakan, pelaksanaan pelatihan menempati tiga ruang. Masing-masing ruang berisi 20 peserta dengan wajib menerapkan SOP protokol kesehatan.

“Kita bersyukur, program masih berjalan. Selain penting untuk meningkatkan karir setiap peserta, juga modal meningkatkan mutu instansi maupun lembaganya masing-masing. Setiap peserta kita inginkan rajin saat mengikutinya,” harapnya.

Terlebih, dalam masa tatanan kehidupan baru atau new normal ini, imbuh Arwani, peserta harus bisa memanfaatkan kegiatan itu. Sehingga nanti, saat pembelajaran tatap muka dimulai langsung bisa diterapkan. Lebih-lebih, apa yang diperoleh dari pelatihan itu, bisa ditularkan ke guru maupun rekan di madrsahnya masing-masing.

“Ini suatu kesempatan bagi setiap peserta. Karena tidak semua bisa mengikuti. Setiap program ini khusus guru maupun staf madrasah yang belum pernah mengikuti pelatihan minimal empat-lima tahun. Jadi, kita harapkan ada output yang baik dari setiap peserta demi kemajuan madrasah di Sidoarjo,” pungkasnya. (sty)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *