Mahasiswa UINSA Surabaya KKN di Sidoarjo, Ini Kegiatannya
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – 15 Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kuliah kerja nyata (KKN) di Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo, 29 Juni 2020 hingga 24 Juli 2020.
Mereka berasal dari berbagai fakultas dan jurusan yakni dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Tarbiyah, dan Syariah. Sementara dari jurusan ada yang dari jurusan Zakat dan Wakaf, Pendidikan Agama Islam, Ilmu Ekonomi, dan Hukum Pidana Islam.
Dalam KKN itu mereka melakukan beragam kegiatan seperti, mengajak masyarakat setempat ikut mengantisipasi wabah Covid-19, serta menularkan wawasan, ilmu ketrampilan yang mereka peroleh dari kampus.
Koordinator KKN UINSA Surabaya tahun 2020, Khofifah Intan Novitasari mengatakan, daerah tersebut dipilih karena tingkat sebaran Covid-19 dinilai masih rendah. Karena itu, perlu adanya perhatian dan edukasi tentang menjaga agar tidak sampai grafik sebaran Covid-19 di daerah tersebut meningkat.
“Karena tingkat sebarannya rendah, dikhawatirkan menjadi hal yang sepele. Karena itu perlu dijaga dan diantisipasi. Warga antusias sekali mengikuti berbagai pelatihan seperti, pembuatan masker, fase shield, hingga pembuatan jamu pokak dari tumbuhan toga,” kata Khofifah Intan Novitasari kepada suryakabar.com, Sabtu (25/7/2020).
BACA JUGA:
Berbagai upaya pencegahan lain pun dilakukan, imbuh Intan, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, jurusan Ekonomi Syariah, semester 7 tersebut. Seperti, aktif bersama warga melakukan penyemprotan desinfektan ke rumah-rumah warga dan tempat ibadah, mushola.
Kepala Kelurahan Sepanjang, Hari Purnomo mengaku senang, dan berterima kasih kepada para mahasiswa yang memilih daerahnya sebagai tempat KKN. Sehingga menambah pengetahuan kepada warga, dan lebih teredukasi tentang adanya pandemi Covid-19.
Diceritakannya, para mahasiswa tersebut aktif melakukan kegiatan sosial maupun edukasi. Seperti memberi wawasan tentang pencegahan wabah Covid-19, guna memutus mata rantai sebarannya. Serta, memberikan edukasi tentang ilmu ketrampilan tangan kepada warga, yang nantinya bisa ditularkan kembali kepada warga lain.
“Serangkaian kegiatan para mahasiswa tersebut diharapkan mampu menambah tingkat kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19. Dan dari ilmu yang mereka tularkan banyak bermanfaat bagi masyarakat luas nantinya,” ucap Hari Purnomo. (sty)