Terapkan Pembelajaran Daring, Begini Strategi Khusus SMK YPM 8 Sidoarjo
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Siswa baru di SMK Yayasan Pendidikan Maarif (YPM) 8 Sidoarjo memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin-Jumat (20-24/7/2020) dan dilakukan secara daring, online.
Kendati demikian, pihak sekolah sudah memiliki strategi khusus terkait proses pembelajaran di tahun ajaran 2020/2021.
Kepala Sekolah SMK YPM 8 Sidoarjo, Kisyanto mengatakan, metode pembelajaran 2020/2021 telah tersusun. Setelah masa MPLS berakhir, para siswa akan berlanjut mengikuti pembelajaran secara daring. Karena sekolah kejuruan, pihaknya telah menentukan strategi khusus agar semua materi pembelajaran mudah diserap siswa.
“MPLS kita lakukan secara full daring. Sekaligus sebagai tambahan pengenalan pembelajaran mereka model online nanti. Tentu ini akan menjadi hal baru. Oleh karena itu, semua civitas sekolah agar ikut mendukung, baik guru, siswa, maupun wali murid,” kata Kisyanto kepada suryakabar.com, Senin (20/7/2020).
BACA JUGA:
Menurut Kisyanto, pihaknya sempat berniat bekerjasama dengan provider jaringan internet. Upaya tersebut untuk mendukung para siswa minimal memiliki kemampuan soft skill, seperti tertib dan disiplin.
“Sebelum siswa lulus dan masuk ke dunia industri, materi dasar sangat perlu bagi para siswa. Baik untuk mendasari mental agar saat siswa melakukan praktek langsung pembelajaran di lab maupun di bengkel sekolah, siswa tidak canggung,” terangnya.
Ia menambahkan, sekitar 90 persen siswanya telah memiliki alat komunikasi untuk mengikuti pembelajaran secara daring, seperti handphone. Namun, hal yang dikhawatirkan adalah jaringan internetnya, yang tidak semua bisa memenuhi. Pihaknya mengupayakan setiap siswa agar bisa menyerap materi belajar dengan mudah.
Waka Kurikulum SMK YPM 8 Sidoarjo, Aftony mengatakan, khusus siswa yang membutuhkan materi pembelajaran produktif akan diberlakukan tatap muka. Sedangkan, bagi siswa yang tengah melakukan proses belajar normatif, kelompok, maupun tim bisa dilakukan dengan online.
“Jam masuknya bisa dibuat gelombang. Setiap satu kelas dibagi dua shift. Siswa dan guru harus menerapkan SOP protokol kesehatan. Masker maupun alat lainnya sudah disediakan,” pungkasnya. (sty)