Kemnaker Gelar Pelatihan Metodologi Instruktur Lembaga Pelatihan Swasta
BEKASI, SURYAKABAR.com – Direktorat Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia kembali menggelar Pelatihan Metodologi Instruktur Lembaga Pelatihan Swasta Angkatan III, IV, V dan VI.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi instruktur melalui pelatihan bidang metodologi dan sertifikasi uji kompetensi.
Sejumlah 80 peserta datang dari Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
Mereka adalah para Instruktur Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) dan instruktur non Aparatur Sipil Negara (ASN) yang membantu pelaksanaan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) dan belum pernah mengikuti pelatihan metodologi.
Pelatihan ini dilaksanakan 21 Maret 2019 hingga 3 April 2019 di Hotel Amaroossa Grande Bekasi Provinsi Jawa Barat.
Unit Kompetensi yang diberikan meliputi Mengoperasikan Komputer Tingkat Dasar, Menerapkan Prinsip Kesehatan Kerja untuk Mengendalikan Risiko K3, Mengaplikasikan Keterampilan Dasar Komunikasi, Merencanakan Penyajian Materi Pelatihan, Mengelola Bahan Pelatihan, Mengelola Peralatan Pelatihan, Melakukan Presentasi, dan Melaksanakan Pelatihan Tatap Muka.
Peserta akan mendapatkan sertifikasi pelatihan dan sertifikat kompetensi bagi yang dinyatakan kompeten dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Ir. Suhadi, M.Si, Direktur Bina Intala mengungkapkan, setiap instruktur harus memiliki dua kompetensi, yakni kompetensi teknis dan kompetensi metodologi.
“Bukan hanya kompeten di bidang masing-masing, tapi juga dituntut kompeten bagaimana cara menstranfer skill, knowledge dan attitude kepada peserta didik,” terangnya saat memberikan sambutan.
Suhadi juga meyakinkan, profesi instruktur adalah profesi membanggakan dan merupakan pilihan yang tepat. “Guru SMK, sebutannya nanti bukan guru lagi tapi instruktur,” ucapnya.
Sementara Hardiono, S.Ag, Instruktur dari Inzaghi Gigantara Surabaya mengaku siap mengikuti rangkaian pelatihan dua minggu ini hingga dinyatakan kompeten. “Alhamdulillah bisa terpilih dari empat ribu lebih instruktur yang terdaftar di Kemnaker,” ungkapnya kepada suryakabar.com dengan penuh semangat. (hrd)