KPP Pratama Madiun Bersyukur Finis sebagai Runner Up Liga Vokus 2019
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Tim bola voli KPP Pratama Madiun gagal memanfaatkan absennya pemain pilar KPP Madya Sidoarjo Iswahyudi saat kedua tim bentrok di final Liga Voli Fiskus (Vokus) 2019 di Lapangan Bola Voli Kanwil DJP Jatim II Sidoarjo, Jumat (1/3/2019) pagi.
“Absennya Pak Is (Iswahyudi) sebetulnya memberi keuntungan bagi kami, tetapi kami gagal memanfaatkan kesempatan. Tanpa Pak Is, harusnya kekuatan berimbang,” kata Winaryono, Manajer Tim Bola Voli KPPP Madiun menjawab suryakabar.com, Jumat (1/3/2019).
Pada laga final ini, KPP Madya Sidoarjo sukses merebut juara, menyusul kemenangan 3-1 (14-25, 25-18, 28-26 dan 25-15) atas KPP Pratama Madiun.
“Intinya kami sudah berjuang, penampilan kami sudah maksimal. Modal kita memang tekad. Secara kekuatan mereka memang lebih merata,” paparnya.
Mengawali pertandingan, KPP Pratama Madiun mengejutkan dengan meraih kemenangan set pertama, 25-14. Keberhasilan meraih kemenangan set pertama gagal dilanjutkan KPP Pratama Madiun di tiga set berikutnya.
“Set kedua kita kurang kompak. Akhirnya mereka bisa menyamakan skor 1-1. Set ketiga kembali ketat, namun lawan yang lebih bisa memanfaatkan peluang,” imbuhnya.
Menghadapi KPP Madya Sidoarjo yang lebih diunggulkan, menurut Winaryono, timnya sebetulnya tampil nothing to lose. “Prinsipnya di final kami bermain sebaik mungkin. Ini sudah bagus, kami bisa masuk final. Yang jelas, kami sangat bersyukur meski finis sebagai runner up,” tandasnya.
Liga Vokus diikuti 17 tim. Rinciannya, 16 tim dari KPP di lingkungan Kanwil DJP Jatim II dan satu tim dari Kanwil DJP Jatim II.
Pada babak penyisihan dibagi lima zona. Dua zona masing-masing dihuni empat tim dan tiga zona masing-masing diisi tiga tim.
Tim yang lolos ke babak Best Eight yakni juara grup dan runner up grup dari zona yang jumlah pesertanya empat tim ditambah juara grup dari zona yang jumlah pesertanya tiga tim serta runner up terbaik dari zona yang jumlah pesertanya tiga tim. Mulai babak Best Eight hingga final menggunakan sistem gugur.
Pada babak penyisihan, KPPP Madiun berada di Zona E bersaing dengan KPPP Ngawi dan KPPP Ponorogo. Mereka tampil sebagai juara grup dan lolos ke babak Best Eight.
Sedang KPP Madya Sidoarjo di babak penyisihan menghuni Zona C bersaing dengan KPPP Sidoarjo Barat dan KPPP Pamekasan. Pada babak penyisihan KPP Madya Sidoarjo juga merebut juara grup. (es)