Tanggul Lumpur Lapindo Sidoarjo Setiap Bulan Ambles 6 Centimeter di Sejumlah Titik
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) terus melakukan perawatan tanggul lumpur Lapindo Sidoarjo. Ini karena, setiap bulan tercatat rata-rata tanggul sepanjang 12 kilometer itu mengalami penurunan di sejumlah titik.
Andi Sudirman, Kabid Pelaksanaan Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) mengatakan, setiap bulan di sejumlah titik rata-rata tanggul ambles sekitar 2 centimeter sampai 6 centimeter.
“Kondisi tanah di daerah ini tidak stabil. Apalagi tanah jenuh air, sehingga kekuatannya berkurang,” ujar Andi Sudirman saat ditemui di tanggul lumpur, Senin (8/10/2018) seperti dikutip surya.co.id.
PPLS terus melakukan evaluasi. Titik yang ambles ditambal serta dipadatkan kembali, sebagaimana standarnya.
Terkait tanggul di Dusun Pologunting, Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, yang ambles sampai lima meter sepanjang 100 meter, disebutnya baru pertama kali terjadi.
Penyebabnya, volume air dan lumpur dari pusat semburan sedang sangat tinggi, mencapai kisaran 75.000 meter kubik perhari. Serta, semburan itu arahnya cenderung ke selatan.
“Karena tingginya tekanan, air merembes lewat bawah tanggul dan kemudian tanggul ambles,” urai Andi.
Kendati demikian, dari perhitungan teknis, menurutnya kondisi itu aman. Tidak berpotensi masalah besar ke kampung sekitar.
“Namun kami paham, ada unsur psikologis dari masyarakat, sehingga khawatir dengan kondisi ini. Tapi dari kacamata kami, kondisi ini aman,” tandasnya.
Proses perbaikan tanggul yang ambles baru bisa dilakukan setelah volume air turun sampai satu meter. Padahal saat ini baru turun 30 centimeter di hari keempat tanggul ambles.
Proses perbaikan tanggul yang ambles itu, sampai kondisi kembali normal, diperkirakan butuh waktu sekitar 1,5 bulan.
“Tapi antisipasinya sudah dibuat tanggul tambahan di bagian luar. Jadi selama proses perbaikan tanggul, kondisi tetap aman,” tandasnya. (es)