Warga NU Surabaya Diminta Perkuat Aswaja

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya Dr Ahmad Muhibbin Zuhri MAg mengajak warga NU Surabaya melengkapi hijaunya kota dengan amaliah yang telah diajarkan para ulama dan kiai NU.

Hal ini disampaikan dalam Peringatan Nuzulul Quran NU dan pelantikan pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Surabaya yang berlangsung khidmat dan semarak dengan lantunan ayat suci Al Quran oleh Qori dan Qoriah terbaik dari Jawa Timur di Taman Bungkul Surabaya, Jumat (16/6/2017) malam.

Malam Nuzulul Quran tersebut dihadiri para ulama di antaranya KH Marzuki Mustamar, KH Mas Sulaiman Nur, KH Sholeh Qosim, KH Mas Muhadjir para pengurus dan pelajar NU se-Kota Surabaya.

“Walikota Surabaya Bu Risma sudah bekerja keras menghijaukan kota Surabaya hingga mendapat berbagai penghargaan dan predikat, maka tugas NU adalah melengkapi menghijaukan dengan menegakkan aqidah dan amalia,” tegasnya.

Ia berharap indahnya kota juga diikuti dengan tegaknya aqidah dan meningkatnya akhlaq warganya. Ia mencontohkan banyak kota besar yang tidak diikuti akhlaq warganya.

“Kami tidak ingin Surabaya seperti itu. Oleh karena itu, mari kita jaga ukhuwah nahdiyah dan ukhuwah wathoniyah. Sudah saatnya pikiran kita berubah, mudah-mudahan kita bermanfaat bagi umat dan warga kota Surabaya, Khoirunnas Anfauhum Linnas,” tegasnya.

Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar meminta warga NU memperkuat ajaran Islam “Ahlusunnah Wal Jamaah” (Aswaja) untuk menangkal fanatisme dan radikalisme agama melalui sekolah maupun kampus di Surabaya.

“NU Kota Surabaya harus mampu bekerja sama dengan sekolah. Ini agar Sie Rokhis (Sie Kerohanian Islam) di sekolah-sekolah Surabaya bisa dimasuki ulama NU. Kalau perlu wali kotanya diajak ikut serta agar mendapat ajaran Islam Aswaja,” ujar KH Marzuki Mustamar.

Menurutnya, memerangi gerakan radikalisme adalah bagian dari dasar berdirinya NU dan komitmen ulama dalam ajaran aswaja.

“Kalau sampai ada warga NU yang membiarkan bahkan bekerja sama, maka sama halnya mengkhianati dan mengingkari NU dan amanah pendiri NU Mbah Hasyim Asyari dan Mbah Wahab Hasbullah,” ujarnya.

Ia berpesan agar warga NU lebih meningkatkan sholat berjamaah di masjid-masjid dan tentunya juga memperkuat ajaran Aswaja khususnya bagi kader NU.

“Warga NU harus mampu menjadi imam sholat di manapun, imam tahlil, imam istighosah, mengurusi jenazah, bisa khutbah Jumat dan memperkuat Aswaja,” katanya. (mer)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *