Banjir di Jabon Belum Surut, Wakil Bupati Sidoarjo ke Lokasi

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Lima desa di Kecamatan Jabon Sidoarjo, terendam banjir. Banjir ini dikarenakan melubernya Sungai Bangiltak. Pemkab Sidoarjo meminta Pemprov Jatim untuk membantu mencari jalan keluar untuk normalisasi Sungai Bangiltak.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sidoarjo Nur Achmad Syarifuddin saat melakukan peninjauan kondisi Sungai Bangiltak yang dipenuhi tanaman eceng gondok, sehingga saat puncak musim hujan, air sungai tersebut meluber.

“Banjir yang mengenangi lima desa di Kecamatan Jabon berawal dari melubernya air Sungai Bangiltak,” kata Wakil Bupati Sidoarjo Nur Achmad Syaifuddin kepada wartawan di Jabon, Sabtu (23/12/2017).

Nur Achmad menambahkan, Sungai di Bangiltak ini hampir tidak berfungsi sebagai sungai, karena sungai tersebut dipenuhi tanaman eceng gondok. Kondisi ini membuat aliran air tidak maksimal. Bahkan lebar sungai semakin menyempit.

“Pemkab Sidoarjo siap melakukan peninggian tanggul sungai, namun disisi lain banjir akan pindah ke Pasuruan, makanya harus ada penyelesaian secara teknik dari Pemprov Jatim,” tambah Nur Achmad.

Nur Achmad menjelaskan, yang bisa dilakukan saat ini melakukan pemindahan genangan air tersebut dengan pompa. Bahkan Pemkab Sidoarjo telah menyediakan dua unit pompa.

“Asal muasal air ini harus dipikirkan, paling tidak dua kabupaten duduk bersama dan melakukan koordinasi, serta dimediasi Pemprov Jatim,” jelasnya.

Sementara itu Hadi Purbanu (34) Perangkat Desa Semambung mengatakan, banjir yang setiap tahun mengenangi lima desa ini, lantaran intensitas hujan, sementara Sungai Bangiltak tidak berfungsi.

“Kami berharap kepada Pemerintah Sidoarjo untuk memperhatikan warga lima desa ini yang setiap tahun pasti tergenang air. Selain menggenangi pemukiman warga, air juga menenggelamkan ratusan hektar sawah,” kata Hadi Purbanu kepada wartawan di Balai Desa Semambung Jabon.

Hal yang sama disampaikan Kartinah (51) warga desa Kupang. Menurut Kartinah, setiap tahun pada musim penghujan di desa ini menjadi langganan banjir. Pasalnya, aliran sungai kurang lancar.

“Selain sungainya sudah dangkal, juga dipenuhi tanaman liar seperti eceng gondok, jadi kalau musim hujan airnya mengalir ke pemukiman warga,” kata Kartinah.

Lima desa di Kecamatan Jabon Sidoarjo yang dilanda banjir yakni Desa Kupang, Desa Semambung, Desa Tambak Kalisogo, Desa Kedung Rejo dan Desa Kedung Pandan. Warga yang mata pencahariannya petani tidak bisa melakukan aktivitas. (pn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *