Rektor Baru Targetkan Untag Surabaya Masuk Peringkat 50

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya berganti Rektor. Prof. Ida Aju Brahmasari yang sudah menjabat dua periode diganti Nugroho Mulyanto yang sebelumnya menjabat Direktur Politeknik 17 Agustus 1945 (Poltag).

Nug, sapaan akrab Nugroho, menjadi rektor Untag kelima. Dia bersama pejabat struktural lain dilantik Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Mangapul Silalahi, Selasa (7/11/2017) untuk masa jabatan 2017-2021. Menurut Mangapul, sebelum penetapan rektor hingga wakil rektor, prosesnya cukup panjang. “Ada seleksi dan studi banding ke beberapa perguruan tinggi,” kata Mangapul, Selasa (7/11/2017).

Proses seleksi dilakukan transparan dan objektif. Dimulai dari tes penguasaan pengelolaan perguruan tinggi bagi para calon, kemudian tes kesehatan, psikologi, fit and proper tes, hingga menguji integritas dan leadership yang melibatkan beberapa guru besar. “Anggota Senat Untag juga dilibatkan dalam pemilihan rektor,” terangnya.

Proses yang terakhir, lanjut dia, calon Rektor diwawancarai pengurus Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Surabaya. “Semuanya terbuka, objektif. Mudah-mudahan cara seperti itu terus dipakai di masa mendatang,” jelasnya.

Total ada 117 pejabat struktural yang dilantik. Selain Untag, ada juga pejabat di lingkungan Poltag. “Mudah-mudahan 117 orang ini benar-benar membawa lembaga ini ke arah kebaikan yang dibutuhkan masyarakat. Mulai dari peningkatan kualitas serta pelayanan prima untuk iklim akademik yang baik,” kata Mangapul.

Dia yakin itu bukan impian, karena kalau semua bersinergi dalam satu tim dan berkomitmen, apa yang diimpikan bisa terwujud.

Sementara itu, Nug menjelaskan, 100 hari periode kepengurusannya akan lebih memfokuskan kepada peningkatan pelayanan, di antaranya peningkatan pelayanan absensi, parking dan pengelolaan. Selain itu, dirinya akan fokus pada pendidikan, penelitian dan pengabdian sesuai amanah Tri Darma Perguruan Tinggi. “Nanti dipecah menjadi sembilan standar yang mengacu pada borang. Perguruan tinggi rangkingnya naik atau tidak tergantung dengan sembilan standar ini,” katanya.

Nug juga memasang target pada 2020, Untag mampu menduduki peringkat 50 besar perguruan tinggi se Indonesia. Pada 2017 ini, lanjut dia, saat Rektor Untag dijabat Prof Ida Aju Brahmasari, Untag sudah menduduki peringkat 64 di Indonesia. “Nantinya pada 2035 Untag menjadi World Class University,” tegasnya.

Untuk mencapai target itu, Untag berencana membuka jurusan internasional pada 2018, yakni adanya kelas internasional di Fakultas Ekonomi dengan membuka program Sandwich. Sementara pada 2019 membuka program Double Degree.

“Kalau mengacu perguruan tinggi internasional untuk melihat peringkat, salah satunya adalah mahasiswa asing yang harus banyak kuliah di universitas tersebut,” terangnya.

Untuk mencapai semua target itu, Nug mengisi pejabat struktural di lingkungan Untag dengan orang-orang muda. “Pejabat di bawah saya akan saya ajak berlari semua. Dan mereka mengaku siap,” tandasnya. (arf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *