KONI Surabaya
IMI Surabaya Prediksi 1.000 Peserta Ikut Piala Wali Kota Surabaya 2026

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Piala Wali Kota Surabaya 2026 dari cabang olahraga otomotif.

Event bergengsi dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 ini dijadwalkan berlangsung, 30-31 Mei 2026 di Sirkuit Bung Tomo Surabaya dengan menghadirkan berbagai kompetisi otomotif yang dikemas sebagai hiburan rakyat sekaligus ajang edukasi keselamatan berkendara.

Ketua Ikatan Montor Surabaya (IMI) Kota Surabaya Samsurin menyampaikan, persiapan kegiatan telah dilakukan selama kurang lebih tiga minggu.

“Berbagai kebutuhan teknis maupun nonteknis kami persiapkan secara matang mengingat event ini akan melombakan total tiga kelas yang terbagi dalam tiga kategori utama, yakni drag bike, drag race, dan kontes modifikasi,” ujar Samsurin.

Baca Juga:  Puluhan Komunitas Ramaikan Sunmori IMI Surabaya di Momentum HJKS

Menurutnya, penyelenggaraan event sebesar ini melibatkan banyak pihak, mulai dari racing committee, organisasi kepanitiaan, hingga komunitas otomotif.

Dukungan juga datang dari berbagai sponsor dan mitra strategis seperti PT Pelindo, Bank Suroboyo, pabrikan sparepart otomotif Umar Racing, perusahaan lampu Bullace, hingga produk suplemen dan air mineral Super O.

“Kami mendapat support yang luar biasa dari berbagai pihak untuk menyukseskan event ini. Nantinya akan ada sekitar 88 komunitas bikers di Kota Surabaya yang hadir dengan total sekitar 5.000 bikers sebagai penonton sekaligus pendukung para atlet yang bertanding,” ujarnya.

Baca Juga:  Indonesia International Motor Show Surabaya 2026 Targetkan Lebih 32 Ribu Pengunjung, Ini Jadwalnya

Pada hari pertama pelaksanaan, panitia menargetkan sebanyak 150 starter untuk kelas drag race. Sementara untuk kontes modifikasi ditargetkan diikuti sekitar 100 peserta dan kelas drag bike diperkirakan mencapai 600 starter. Peserta tidak hanya berasal dari Surabaya dan Jawa Timur, tetapi juga dari berbagai daerah luar provinsi.

“Total peserta dari seluruh kelas kami perkirakan mencapai 1.000 orang. Banyak komunitas, garasi, hingga bengkel otomotif dari luar daerah yang dipastikan ikut hadir,” tambahnya.

Lebih dari sekadar perlombaan, Piala Wali Kota Surabaya 2026 disebut sebagai momentum menghadirkan wisata olahraga bagi masyarakat.

IMI Kota Surabaya ingin menjadikan event ini sebagai sarana hiburan, edukasi, sekaligus pembinaan atlet otomotif lokal.

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada atlet-atlet binaan Surabaya untuk bisa berkompetisi bersama pembalap senior dan pembalap berpengalaman. Tetapi target utama event ini adalah memberikan hiburan kepada masyarakat Kota Surabaya,” jelasnya.

Baca Juga:  IMI Surabaya Gelar Latihan Bersama dan Seleksi Atlet, Upaya Memberi Ruang untuk Pembalap Liar

Selain itu, event ini juga membawa misi edukasi bahwa balap motor seharusnya dilakukan di sirkuit resmi dan bukan di jalan raya. Kehadiran Sirkuit Bung Tomo diharapkan menjadi pusat aktivitas otomotif yang aman dan profesional.

“Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa Sirkuit Bung Tomo adalah tempat yang tepat untuk berkompetisi. Balap motor bukan untuk dilakukan di jalan raya. Karena itu kami juga mengangkat kampanye safety riding melalui kegiatan sunmori bersama komunitas,” ungkapnya.

Tak hanya fokus pada prestasi atlet, IMI Surabaya juga ingin menghapus stigma bahwa olahraga balap motor hanya dinikmati kalangan tertentu.

Menurutnya, otomotif merupakan bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari karena hampir semua orang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Balap motor layak menjadi tontonan masyarakat luas. Ini bukan olahraga eksklusif. Semua orang dekat dengan dunia otomotif dan momentum ini kami gunakan untuk memberikan edukasi tentang berkendara yang aman serta mempertemukan komunitas dengan atlet-atlet berprestasi,” katanya.

Melalui ajang kontes modifikasi, IMI Surabaya juga ingin menunjukkan, Surabaya layak disebut sebagai salah satu kota otomotif terbesar di Indonesia, baik dari sisi kreativitas. (*)