Delta Cup 2026
Dramatis, SMAN 3 Sidoarjo Juara Delta Cup 2026, Menang Adu Tendangan Penalti hingga Sudden Death, Rayyan Best Player

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Tuntas sudah penantian SMAN 3 (Smantig) Sidoarjo merebut juara turnamen futsal Delta Cup. Ini menyusul keberhasilan Smantig tampil di podium juara, setelah di final menang dramatis 3-2 (2-2) atas SMA Antartika Sidoarjo lewat adu tendangan penalti di GOR Sidoarjo, Jumat (13/2/2026) petang.

Sukses ini menjadi pelepas dahaga untuk merebut juara, setelah dua kali tampil di final dan selalu gagal. Pada final 2023, Smantig kalah tipis 0-1 dari SMAN 1 Krian. Kegagalan berlanjut di final 2024. Waktu itu Smantig juga kalah tipis 1-2 dari SMAN 1 Wonoayu.

Itu sebabnya, tampil di final Delta Cup 2026 tidak disia-siakan skuad Smantig. Bahkan, gelar juara ini diraih lewat kerja keras.

Sempat tertinggal 0-2 hingga akhir babak pertama, tidak membuat anak-anak Smantig patah semangat. SMA Antartika Sidoarjo unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak Gibran menit 6 dan Ikhsan menit 13.

Tim asuhan Riko Adzril Prastyo bangkit di babak kedua, sehingga mampu menyamakan kedudukan 2-2. Dua gol penyama Smantig diborong Rayyan menit 20 dan 25.

Keberhasilan Smantig merebut juara makin lengkap, setelah pemainnya Rayyan meraih gelar individu sebagai best player di turnamen ini.

Baca Juga:  Tim Putri SMAN 2 Kota Mojokerto Juara Delta Cup 2026
Pemain SMAN 3 Sidoarjo Rayyan merebut gelar individu sebagai best player.

Pertemuan Smantig kontra SMA Antartika ini menjadi final ideal Delta Cup 2026. Kedua tim menyuguhkan permainan tempo tinggi yang membuat laga final berlangsung menarik dan menegangkan.

Jual beli serangan ditunjukkan kedua tim. Mereka sama-sama mampu menjaga konsistensi transisi negatif, ketika kehilangan bola dan mendapat counter lawan.

Dalam komposisi pemain, SMA Antartika Sidoarjo diuntungkan, karena memiliki pemain yang kualitasnya tidak beda jauh, sehingga memudahkan untuk melakukan rotasi.

Sebaliknya Pelatih Smantig, Riko lebih banyak memberi menit bermain pada tiga pemainnya, Awan, Aby dan Rayyan.

Dua gol Smantig lahir dari aksi individu Rayyan. Gol pertama tercipta, setelah Rayyan dari sisi kiri mendribel bola masuk ke tengah lapangan. Dalam posisi mendapat ruang tembak, Rayyan dengan cepat melepas tendangan keras dan bola gagal dibendung kiper Aflah.

Gol kedua, nyaris sama. Setelah berhasil mengelabui dua pemain SMA Antartika Sidoarjo, dari luar circle Rayyan melepas tendangan keras.

Baca Juga:  Finalis 2023 dan 2024 SMAN 3 Sidoarjo Lolos Perempat Final Delta Cup 2026, Sempat Kecolongan Gol Cepat

Usai Smantig sukses menyamakan kedudukan 2-2 dan bertahan hingga waktu pertandingan normal berakhir, pertandingan langsung dilanjutkan adu tendangan penalti.

Penendang pertama Smantig Aby sukses. Keberhasilan ini diikuti penendang pertama SMA Antartika, Khevin. Ketegangan kembali memuncak. Itu terjadi setelah, penendang kedua Smantig, Awan gagal mencetak gol. Giliran Gibran yang menjadi penendang kedua dari SMA Antartika juga gagal.

Tendangan Gibran melambung jauh di atas mistar gawang. Padahal, sepanjang pertandingan Gibran tampil memukau dengan aksi-aksinya yang merepotkan pertahanan Smantig. Bahkan, Gibran yang menjadi pencetak gol pertama di laga final ini.

Baca Juga:  SMA Antartika Sidoarjo (A) Melaju ke Perempat Final Delta Cup 2026 Hadapi SMAN 4 Sidoarjo (B)

Penendang ketiga Smantig, Rayyan gol, sehingga membuat kedudukan Smantig unggul 2-1. Dalam posisi tertinggal, penendang ketiga SMA Antartika, Arka mampu menjalankan tugasnya dengan sempurna, sehingga membuat skor imbang 2-2.

Untuk menentukan pemenang, dilakukan penalti sudden death. Undian dilakukan, Smantig memiliki kesempatan untuk memilih sebagai penendang penalti atau memilih sebagai penjaga gawang.

Smantig memilih sebagai penendang. Raihan Zavier yang dipercaya menjadi algojo tendangan penalti sudden death mampu menjebol gawang SMA Antartika, sekaligus memastikan kemenangan 3-2 di adu tendangan penalti ini.

Raihan Zavier mengaku sempat grogi ketika ditunjuk sebagai eksekutor tendangan penalti sudden death. “Sempat grogi, karena membawa nama sekolah dan tidak main di awalnya (waktu pertandingan normal), tetapi ditunjuk sebagai penendang utama atau terakhir,” ujar Raihan Zavier kepada suryakabar.com usai pertandingan.

Baca Juga:  SMAN 1 Gedangan Singkirkan SMK Krian 2 di 16 Besar Delta Cup 2026

Sementara itu Head Coach Smantig Riko menyebut terkait dua gol SMA Antartika yang terjadi di babak pertama, timnya nervous dan disaksikan banyak suporter malah kurang fokus.

“Gol lawan karena kesalahan kita sendiri. Teman-teman kurang fokus, sehingga terjadi miss komunikasi. Banyak suporter ada sedikit tegang juga,” ujarnya.

Ketika babak pertama berakhir dan dalam posisi ketinggalan 0-2, Riko mengaku membakar motivasi bertanding pemainnya.

“Saya motivasi ke anak-anak, tidak ada yang tidak mungkin. Semua pasti bisa kita hadapi. Alhamdullilah anak-anak mulai percaya diri, semangatnya naik lagi. Alhamdullilah bisa menyamakan kedudukan,” jelasnya.

Secara permainan Riko menilai kedua tim imbang. “Hanya di babak pertama, anak-anak kurang siap, mentalitas kurang siap,” tandasnya.

Bagi SMA Antartika Sidoarjo, buntut kekalahan ini mereka menempati runner up, sedang juara tiga bersama direbut SMKN 1 Sidoarjo dan SMK Antartika 2 Sidoarjo. (es)