Berita Sidoarjo
Super Flu Masuk Indonesia, Dokter Paru RSU Assakinah Medika Sidoarjo Imbau Warga Tetap Waspada Tanpa Panik

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Kabar masuknya wabah super flu ke Indonesia, menjadi perhatian publik. Meski demikian, masyarakat diminta untuk menyikapinya secara bijaksana, tidak panik berlebihan, namun tetap waspada dan menjaga kesehatan.

Imbauan tersebut disampaikan dr Sakinah, dokter spesialis paru RSU Assakinah Medika Sidoarjo. Ia menjelaskan, istilah super flu bukanlah nama medis resmi, melainkan sebutan yang digunakan karena gejala yang ditimbulkan cenderung lebih berat dibanding flu biasa.

“Super flu ini disebut juga influenza A yang disebabkan virus H3N2 subclade K, yang tergolong baru. Gejala yang ditimbulkannya mirip dengan influenza pada umumnya, seperti nyeri kepala, demam, nyeri tenggorokan dan badan lemah, namun biasanya lebih lama,” ujar dr. Sakinah.

Menurutnya, cara penularan super flu tidak berbeda dengan flu pada umumnya, yakni sangat mudah menular melalui droplet atau kontak dekat.

Baca Juga:  61 Kasus Flu Singapura Ditemukan di Kota Surabaya Usai Lebaran 2024

Terkait tingkat bahayanya, dr Sakinah menegaskan, flu pada dasarnya relatif aman selama tidak disertai penyakit penyerta.

Disinggung mengenai potensi risiko, ia menjelaskan, flu akan menjadi berbahaya apabila disertai komplikasi serius seperti pneumonia dan gagal napas.

Meski saat ini terjadi peningkatan kasus flu di wilayah Sidoarjo, dr Sakinah memastikan belum ada laporan pasien yang terkonfirmasi terjangkit super flu.

Ia menambahkan, penularan flu sebenarnya dapat dicegah jika seseorang memiliki daya tahan tubuh atau imunitas yang baik.

Selain menjaga imunitas, masyarakat juga diimbau untuk rutin mencuci tangan dan menggunakan masker, terutama saat berada di tempat ramai atau lingkungan dengan banyak orang.

Baca Juga:  Pemkab Sidoarjo Siapkan Kawasan Wisata Mangrove di Pesisir Sedati

Menyikapi isu merebaknya super flu, ia kembali menekankan agar masyarakat tidak perlu panik berlebihan. “Pada dasarnya, penularan flu itu bisa dicegah dengan imunitas tubuh yang baik, istirahat cukup, menjaga kebersihan, dan menerapkan protokol kesehatan, terutama di tempat umum,” tegas dr. Sakinah.

Secara umum, dr Sakinah juga mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi.

Bagi masyarakat yang sudah terserang flu, ia menyarankan untuk memperbanyak istirahat, mengonsumsi air mineral yang cukup, serta makanan sehat agar kondisi tubuh segera membaik.

Baca Juga:  Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Terminal 1 Juanda, Tiga Penerbangan Dialihkan Pendaratannya ke Semarang

Selain itu, penderita flu juga diharapkan mengurangi aktivitas berkumpul dengan banyak orang guna mencegah penularan virus ke lingkungan sekitar.

Sementara itu, salah satu warga asal Krian, Oktaviana, mengaku sudah mengetahui kabar mengenai masuknya wabah super flu ke Indonesia melalui media sosial dan pemberitaan media massa. Meski demikian, ia mengaku tidak terlalu panik menyikapinya.

Okta, memilih fokus menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. “Saya sudah mendengar tentang super flu. Namun saya tidak mau terlalu panik, karena nanti tambah mudah sakit. Saya berusaha tingkatkan imun dengan minum vitamin C, makan makanan bergizi, serta berjemur matahari pagi. Tidak lupa saya memakai masker saat beraktivitas di luar, khususnya saat bertemu banyak orang,” ucap Okta. (sat)