Unesa Lelang Jersey Marselino dan Shin Tae-yong untuk Bantu Korban Terdampak Bencana Sumatera

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melelang jersey pemain Timnas Indonesia yang juga mahasiswa Unesa Marselino Ferdinan, serta jersey timnas Indonesia bertanda tangan pelatih Shin Tae-yong.

Lelang amal ini sebagai bentuk kepedulian Unesa terhadap korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, termasuk dari keluarga mahasiswa Unesa asal Sumatera yang turut menjadi korban.

Wakil Rektor IV Unesa Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Prof Dr Dwi Cahyo Kartiko SPd MKes mengatakan, barang yang dilelang ini berasal dari sejumlah barang langka dari atlet nasional yang juga mahasiswa Unesa hingga tokoh olahraga.

Baca Juga:  Universitas Brawijaya Berangkatkan Relawan ke Sumatera untuk Bantu Korban Bencana

Seperti raket milik Ratri, atlet Parabadminton peraih medali emas di Paralympic Tokyo dan Paris, jersey Rahmat Irianto saat menjuarai Liga 1 bersama Persib Bandung, serta sepatu milik Rektor Unesa Prof Dr Nurhasan MKes yang digunakan saat menjuarai LPTK Cup tenis lapangan dan bulu tangkis.

“Hari ini ada lelang raket milik Ratri saat juara Paralimpiade Tokyo dan Paris. Raket itu sangat langka, hanya ada empat di dunia. Satu dipegang Presiden Jokowi, satu sekarang ada di Unesa, dan dua lainnya akan dibawa Ratri untuk Olimpiade berikutnya karena raket itu sudah tidak diproduksi lagi,” ujar Prof Cahyo, Senin (8/12/2025).

Menurutnya, untuk jersey timnas Indonesia bertanda tangan Shin Tae-yong tersebut diperoleh Unesa dari PSSI. “Kita tidak ingin kaos ini hanya jadi pajangan. Akhirnya, kami ikutkan dalam lelang amal agar bisa lebih bermanfaat,” jelasnya.

Baca Juga:  Ribuan Siswa Al-Falah Darussalam Tropodo Sidoarjo Gelar Salat Gaib dan Galang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera

Prof Cahyo menjelaskan, dari total 458 mahasiswa Unesa asal Sumatera, sebanyak 63 mahasiswa terdampak langsung bencana. Unesa telah berkomitmen memberikan beasiswa penuh hingga lulus kepada seluruh mahasiswa tersebut.

“Beasiswanya sampai lulus semester delapan. Selain itu, juga ada bantuan living cost karena sebagian rumah mahasiswa sudah tidak ada, bahkan ada orang tua yang juga terdampak,” jelasnya.

Tidak hanya mahasiswa, satu dosen Unesa asal Tapanuli juga dilaporkan terdampak langsung. Sehingga, Prof Cahyo mengajak masyarakat turut berpartisipasi dalam lelang sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan. “Siapa pun yang ada di Sumatera dan terdampak, kami ingin ikut meringankan bebannya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemprov Jatim Kirim Bantuan Logistik 26,5 Ton dan Uang Tunai Rp 10,5 Miliar untuk Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Tiga Provinsi di Sumatera

Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis Kampus Unesa Prof Dr Mutimmatul Faidah SAg MAg menegaskan, penanganan tidak hanya difokuskan pada bantuan ekonomi, namun juga pemulihan kondisi psikologis mahasiswa.

“Dari 63 mahasiswa yang terdampak langsung, kami langsung melakukan trauma healing dan pendampingan psikologi secara berkelompok. Mereka banyak yang masih belum terhubung dengan keluarga, sehingga secara mental cukup rapuh,” tegasnya.

Unesa menerjunkan tim psikologi dan Satuan Mitigasi Crisis Center (SMCC) untuk memberikan penguatan psikoedukasi, psikososial, konseling, serta penguatan spiritual sesuai kebutuhan mahasiswa terdampak.

Seluruh hasil lelang amal ini akan disalurkan untuk membantu mahasiswa dan dosen Unesa asal Sumatera yang terdampak bencana. (aci)