Berita Lumajang
Kepala BNPB Sarankan Pengungsian Terpusat di Lumajang Mencontoh Praktik Gunung Merapi

LUMAJANG, SURYAKABAR.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, meninjau Desa Supiturang dan Posko Pengungsian SMPN 2 Pronojiwo, Lumajang, Selasa (25/11/2025), sekaligus menekankan langkah strategis mitigasi pasca-erupsi Gunung Semeru.

Letjen Suharyanto menyarankan pembangunan tempat pengungsian terpusat di Lumajang yang multifungsi: dapat digunakan seluruh tahun untuk kegiatan masyarakat sekaligus menjadi lokasi evakuasi aman saat bencana.

Konsep ini mencontoh praktik di Gunung Merapi, di mana fasilitas pengungsian juga dilengkapi tempat untuk ternak, logistik, dan aktivitas masyarakat, sehingga evakuasi lebih tertata dan risiko bencana dapat diminimalkan.

Baca Juga:  Status Darurat Erupsi Gunung Semeru Diperpanjang Hingga 2 Desember 2025

“Tempat pengungsian terpusat yang terintegrasi akan memastikan warga dapat mengungsi dengan cepat, aman, dan nyaman. Infrastruktur siap, proses penanganan bencana berjalan lebih efektif, serta mitigasi risiko jangka panjang dapat diterapkan,” ujar Letjen Suharyanto.

Selain itu, Kepala BNPB menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap erupsi tahunan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah merah, atau kawasan yang dilarang untuk pemukiman karena risiko tinggi.

Ia menegaskan, penempatan warga di lokasi aman menjadi kunci keselamatan, meski upaya edukasi dan dialog tetap dilakukan agar warga memahami risiko dan prosedur evakuasi.

Baca Juga:  Bupati Subandi Kirim Tumpeng untuk PGRI Sidoarjo pada Peringatan Hari Guru Nasional
Baca Juga:  Jawa Timur Borong 12 Medali, Sukses Juara Umum O2SN 2025

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyambut penuh saran BNPB. “Kami mendukung rencana pembangunan pengungsian terpusat. Fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat aman saat bencana, tetapi juga dapat dimanfaatkan sepanjang tahun untuk kegiatan masyarakat. Ini bagian dari strategi mitigasi yang berkelanjutan dan memastikan keselamatan warga tetap prioritas utama,” jelas Bupati.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi mitigasi jangka panjang, dengan koordinasi lintas unsur antara BNPB, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan kementerian terkait, memastikan kesiapsiagaan, evakuasi, pemulihan, dan pendidikan masyarakat dapat berjalan simultan dan efektif. (*)