Bandara Juanda dan Anak Perusahaan Salurkan Bantuan Tanggap Bencana ke Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Manajemen Bandar Udara Internasional Juanda berkolaborasi dengan seluruh anak perusahaan dan serikat pegawai menyalurkan barang kebutuhan sehari-hari kepada masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru.
Bantuan diserahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Kamis (9/12/2021).
“Kami turut prihatin dan berduka cita kepada masyarakat sekitar yang terdampak akibat bencana alam awan panas guguran Gunung Semeru. Semoga selalu diberikan kesabaran dan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini,” ujar General Manager Bandar Udara Internasional Juanda Sisyani Jaffar.
Menurut Sisyani, sebagai mitra pemerintah, bentuk kepedulian, serta sebagai wujud BUMN hadir di tengah masyarakat, manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandar Udara Internasional Juanda hari ini menyalurkan barang kebutuhan sehari-hari yang diperlukan masyarakat terdampak di Lumajang Jawa Timur senilai Rp 66.706.000.
BACA JUGA:
Sisyani menjelaskan dana bantuan tersebut berasal dari dana Program Tanggung Jawab Sosial (TJSL) perusahaan sektor bencana alam senilai Rp 25.000.000, partisipasi donasi anak perusahaan Rp 7.400.000, gabungan serikat pegawai Bandara Juanda Rp 22.800.000 dan donasi mandiri pegawai PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Juanda sejumlah Rp 11.506.000.
“Kami bersyukur semua elemen di internal kami di Bandara Juanda bergerak bersama dengan semangat yang sama untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” ujar Sisyani.
Pemilihan barang bantuan kebutuhan sehari-hari yang diberikan berdasarkan informasi yang diterima dari Posko Satgas BUMN Jatim.
“Rekan-rekan di Satgas BUMN Jatim saling bertukar informasi terkait apa saja kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi. Berdasarkan informasi yang kami terima, kami memprioritaskan untuk pembelian selimut, kebutuhan bayi seperti popok dan minyak telon, kebutuhan wanita, peralatan mandi, perlengkapan ibadah, masker, hingga ketersediaan air siap minum” jelasnya.
“Secara umum, bukan besarnya nominal yang ditekankan, namun bagaimana agar bantuan yang diberikan dapat memberi manfaat terutama bagi masyarakat di sekitar lokasi kejadian bencana. Oleh karenanya kami menyerahkan bantuan tersebut kepada BPBD Kabupaten Lumajang yang lebih memahami kondisi dan lokasi agar dapat terdistribusi dengan baik,” pungkas Sisyani. (sty)