Physical Distancing di Gading Fajar Sidoarjo, Begini yang Terjadi
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Kawasan Gading Fajar, Sidoarjo kembali diberlakukan physical distancing pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua, 12-25 Mei 2020.
Berbeda dengan PSBB tahap pertama, pada PSBB tahap kedua ini physical distancing berlaku mulai pukul 17.00 WIB hingga 21.00 WIB. Pada PSBB tahap pertama lalu, aturan physical distancing diterapkan pada pagi hari.
Kawasan Gading Fajar sejauh ini dikenal ramai pedagang kaki lima. Warga pun juga senang berolahraga di kawasan tersebut terutama pagi hari.
Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Sidoarjo, Yani Setyawan mengatakan, dijalankannya PSBB tahap kedua ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Kami bersama jajaran TNI-Polri memberlakukan physical distancing. Ini rangkaian PSBB yang pertama di Gading Fajar dan Taman Pinang, mengingat pandemi Covid-19 di Sidoarjo masih tinggi. Itu sebabnya, perlu diberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat di sini,” kata Yani Setyawan kepada suryakabar.com, Sabtu (16/5/2020).
BACA JUGA:
Dari pantauan suryakabar.com, Sabtu (16/5/2020) sore, physical distancing dilakukan petugas di sepanjang kawasan jalan di Gading Fajar, dari ujung Utara hingga ujung Selatan. Dalam pelaksanaan itu sempat diwarnai gejolak sejumlah warga.
Imbas penerapan physical distancing, menurut Yani, terjadi kepadatan di bundaran jalan Gading Fajar. Pasalnya, Desa Sepande, Kecamatan Candi, Sidoarjo yang berdekatan dengan bundaran Gading Fajar juga melakukan physical distancing.
“Warga desa setempat juga melakukan physical distancing. Akibatnya, pengguna jalan berjubel di tengah bundaran. Mereka berniat menerobos dan masuk ke daerah physical distancing. Hanya warga yang memiliki keperluan jelas yang boleh masuk kawasan physical distancing,” jelasnya.
Kepala Desa Sepande, Hadi Santoso berharap, agar penyekatan jalan dilakukan petugas mulai di Taman Pinang. Sehingga warga maupun para relawan tidak kesulitan masuk atau melakukan penjagaan kawasan physical distancing.
“Warga yang hendak masuk kesulitan. Sebab berbarengan dengan warga lain yang terimbas kawasan physical distancing, bikin macet. Para relawan desa kesulitan melakukan pengecekan,” terangnya.
Saat itu, sejumlah warga Desa Sepande memrotes petugas. Sejumlah kendaraan mereka terpaksa diparkir di tengah jalan, dan memblokade jalan. (sty)