Bank Mandiri Siapkan Dana Tunai Rp 34 Triliun untuk Lebaran
SURABAYA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengalokasikan dana Rp 34 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang tunai bagi masyarakat saat Lebaran 1439 H. Alokasi dana tersebut juga untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai yang diprediksi akan meningkat selama kurang lebih 36 hari.
Senior Vice Presindent RTCH Regional 8 Bank Mandiri, Susatyo Anto Budiono mengatakan, wilayah 8 menguasai pangsa pasar sebesar 30 persen secara nasional, sehingga Bank Mandiri menyiapkan dana Rp 4-5 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang tunai selama Ramadhan dan Lebaran. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan jumlah tahun lalu sebesar Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun.
Menurutnya, peningkatan tersebut dikarenakan libur panjang yang diperpanjang, sehingga pihaknya akan meningkatkan hingga lima kali lipat.
“Tahun ini lebih tinggi, karena diprediksi untuk 36 hari selama Ramadhan hingga usai Lebaran karena panjangnya hari cuti besar, adanya kebutuhan untuk biaya pendidikan untuk biaya masuk sekolah, dan pembayaran tunjangan hari raya,” ujarnya di sela-sela acara Bazar Mandiri di Menara Mandiri Surabaya, Selasa (29/5/2018) malam seperti dikutip Kominfo Jatim.
Dijelaskan Susatyo, stok persediaan uang tunai di ATM juga akan meningkat dikarenakan pecahan uang tunai di ATM didominasi uang pecahan Rp 50.000. Hal ini dikarenakan Bank Indonesia juga tidak menyediakan pecahan Rp 100.000 dalam jumlah yang cukup, sehingga stok persediaan rupiah di ATM juga naik.
Ditambahkan Susatyo, dalan rangka menyambut hari raya, Bank Mandiri juga menyelenggarakan program Mandiri Temani Hari Rayamu atau Mandiri THR. Dimana masyarakat biasanya dalam menghadapi bulan Ramadhan akan membeli barang-barang kebutuhan buka puasa di rumah maupun di luar bersama keluarga dan belanja kebutuhan sehari-hari.
Bazar Mandiri THR berada di lantai 17 gedung Menara Mandiri. Bazar yang diselenggarakan menyambut Lebaran ini menampilkan 10 tenant yang menyediakan beragam produk seperti, baju, handphone, sepatu, dan peralatan rumah tangga. Bazar berlangsung hingga 31 Mei dengan target nilai transaksi Rp 1 miliar. (mer)