Berita Kota Madiun
Plt Wali Kota Madiun Gelar Gowes WBR Sasar Sukosari dan Tawangrejo, Penanganan Drainase Jadi Prioritas Pemkot pada 2027
MADIUN, SURYAKABAR.com – Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun kembali menggelar gowes dalam rangka WBR (Wali Kota Bersama Rakyat), Kamis (29/10/2026).
Pada hari pertama, Plt wali kota bersama jajaran perangkat daerah menyisir permukiman di Kelurahan Sukosari dan Tawangrejo untuk melihat langsung berbagai persoalan warga, mulai dari kebutuhan sosial dan kesehatan hingga infrastruktur lingkungan.
Salah satu perhatian utama adalah penanganan drainase yang disiapkan menjadi prioritas Pemkot Madiun pada 2027.
Pola WBR kini memang mengalami perubahan. Jika sebelumnya WBR lebih banyak diisi dengan berkumpul dan menerima usulan warga, kini kegiatan dilakukan dengan gowes menyusuri lingkungan selama dua hingga tiga hari.
Dengan pendekatan tersebut, Plt wali kota dapat melihat langsung kondisi di lapangan bersama perangkat daerah terkait, sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipetakan dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
Dalam peninjauan di Kelurahan Sukosari dan Tawangrejo, terdapat 17 titik yang menjadi perhatian. Persoalannya cukup beragam, mulai dari bantuan sosial bagi penyandang disabilitas, rumah tidak layak huni (RTLH), lansia yang membutuhkan penanganan, stunting, hingga kebutuhan jambanisasi.
Plt wali kota juga memeriksa beberapa titik saluran air yang perlu mendapat perhatian, baik di wilayah Sukosari maupun Tawangrejo.
Di Kelurahan Sukosari, Plt wali kota menyambangi warga yang membutuhkan intervensi sosial dan kesehatan, termasuk penyandang disabilitas, lansia terlantar, serta anak dengan kondisi stunting, penyakit jantung bawaan, dan dugaan tuberkulosis (TBC).
Sejumlah rumah warga turut ditinjau untuk kebutuhan penanganan RTLH. Pada salah satu titik, Plt wali kota mengusulkan agar seorang lansia penyandang disabilitas yang kondisinya telantar mendapat penanganan lebih lanjut untuk dibawa ke Shelter Srindit, dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan yang bersangkutan.
Sementara itu, di Tawangrejo, peninjauan mencakup persoalan sosial dan infrastruktur lingkungan. Plt wali kota melihat langsung kondisi rumah warga yang membutuhkan perbaikan, kebutuhan jambanisasi, serta keluarga yang memerlukan penanganan stunting dan pendampingan ekonomi.
Sejumlah saluran drainase juga diperiksa, mengingat kawasan Tawangrejo kerap mengalami banjir saat hujan turun.
Persoalan drainase menjadi salah satu perhatian utama Plt wali kota untuk penanganan pada 2027. Menurutnya, banjir yang berulang di sejumlah lingkungan membutuhkan solusi jangka panjang melalui langkah preventif, bukan sekadar penanganan ketika banjir terjadi.
“Drainase di Kota Madiun menjadi perhatian utama saya pada 2027, terutama drainase di lingkungan atau perkampungan. Tetapi, untuk saluran yang bukan menjadi kewenangan Pemkot, tentu perlu koordinasi,” tegasnya.
Plt wali kota secara khusus menyoroti kondisi saluran yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
Menurutnya, keterbatasan kewenangan membuat Pemkot Madiun perlu terus berkoordinasi agar penanganan dapat dilakukan, terutama pada titik yang kerap mengalami banjir.
“Ini kan jadi agenda tahunannya Tawang. Setiap hujan pasti sini banjir. Nah, ini kan harus ada solusi. Kita kan punya keterbatasan juga dalam sisi aturan. Mau benahi begitu aturannya enggak boleh kan seperti itu. Sehingga kita selalu koordinasi terus. Pas pada saat banjir kita baru bisanya turun. Harusnya ada tindakan preventif,” ungkapnya.
Plt wali kota menegaskan, penanganan drainase lingkungan akan menjadi perhatian utama Pemkot Madiun pada 2027.
Selain melanjutkan pengerukan di sejumlah titik, pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk penanganan drainase di seluruh wilayah kota.
“Khususnya di wilayah-wilayah lingkungan ini kan sudah banyak pengerukan. Termasuk sampai jalur yang di bawah rel KA kan proses pengerukan semuanya begitu. Dengan waktu yang kemarin terbatas begitu. Kita kan baru berjalan pengerukan kurang lebih satu bulan di beberapa titik butuh waktu. Nanti yang lainnya di tahun 2027 khususnya, penganggaran sudah kita siapkan untuk seluruh drainase di Kota Madiun,” tambahnya.
Melalui Gowes WBR, berbagai persoalan sosial, kesehatan, RTLH, dan infrastruktur lingkungan dapat diketahui langsung oleh Plt wali kota bersama perangkat daerah.
Temuan tersebut menjadi dasar tindak lanjut sesuai kebutuhan warga dan kewenangan instansi terkait, sehingga penanganan tidak berhenti pada penyampaian usulan, tetapi berlanjut pada upaya penyelesaian di lapangan. (*)

