Pendidikan
Mahasiswa Unesa Raih Emas Kejurnas Petanque 2026, Modal Hadapi Pra-PON 2028

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Mental bertanding, kepercayaan diri, dan kedisiplinan menjadi kunci mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meraih medali emas nomor beregu mix dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pétanque 2026 di Lapangan Pétanque, GOR Cendrawasih, Jakarta Barat, 12-18 Oktober 2026.

Dalam Kejurnas tersebut, tiga mahasiswa Unesa, yakni Roudhotul Zauharoh dari Program Studi S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi; Tya Salawatia dari S1 Ilmu Keolahragaan; serta M Kosyim dari S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga, memperkuat tim Jawa Timur hingga berhasil meraih podium tertinggi pada nomor beregu mix.

Kosyim mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari kesiapan mental dan kemampuan menjaga konsistensi selama pertandingan.

Menurutnya, kepercayaan diri saat melakukan lemparan perlu diimbangi kedisiplinan dalam menjalankan instruksi pelatih. Kedua aspek tersebut menjadi pegangan tim ketika menghadapi tekanan kompetisi tingkat nasional.

Baca Juga:  PB FOPI Gelar Rakernas di Unesa, Siapkan Indonesia Jadi Host Kejuaraan Petanque Internasional

“Kunci keberhasilan kami adalah mental dan kepercayaan diri dalam setiap melakukan lemparan, serta mengikuti arahan dari pelatih dengan baik,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026).

Kosyim menjelaskan, mengenai training, persiapan menuju Kejurnas dilakukan melalui program latihan intensif dengan tiga sesi dalam sehari, yakni pagi, sore, dan malam. Jadwal tersebut dijalani untuk memenuhi target yang telah ditetapkan tim sebelum bertanding.

Menurutnya, kedisiplinan dalam menerapkan teknik shooting dan pointing menjadi salah satu faktor pembeda ketika berhadapan dengan lawan yang memiliki kemampuan seimbang.

Baca Juga:  Cak dan Ning Unesa Sambut Kedatangan Timnas Petanque Indonesia dari SEA Games 2025 Thailand dengan Kalungan Bunga di Bandara Internasional Juanda

Sebab dalam olahraga petanque, shooting merupakan teknik melempar untuk menjauhkan bola lawan dari sasaran, sedangkan pointing bertujuan menempatkan bola sedekat mungkin dengan bola sasaran atau jack.

“Strategi mungkin semua sama, tetapi yang membedakan adalah tingkat kedisiplinan kami ketika melakukan shooting maupun pointing,” jelasnya.

Bagi ketiga mahasiswa tersebut, medali emas ini menjadi hasil konkret dari proses latihan dan kerja sama tim.

Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan kontribusi mahasiswa Unesa dalam mendukung pencapaian olahraga Jawa Timur di tingkat nasional.

Pengalaman bertanding juga menjadi bekal untuk mengevaluasi kemampuan teknis dan kesiapan mental menjelang kompetisi berikutnya.

Baca Juga:  Dukung Pengembangan Mahasiswa, Unesa Resmikan Fisipol Creativity Center dan Ruang Konseling

Kosyim mengaku bangga karena timnya dapat menyumbangkan medali emas bagi Jawa Timur. Ia berharap pencapaian tersebut dapat dipertahankan melalui latihan yang konsisten dan peningkatan kualitas permainan.

“Pastinya kami sangat senang bisa memberikan medali emas untuk Jawa Timur. Harapan kami ke depan semoga bisa tetap mempertahankan gelar juara dan terus berkembang karena target kami selanjutnya adalah Pra-PON 2028,” pungkasnya.

Prestasi yang telah diraih menjadi modal bagi tim Jawa Timur untuk mempertahankan gelar juara sekaligus mempersiapkan diri menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) 2028. (aci)