Pendidikan
1.583 Siswa SMK se-Jatim Adu Kemampuan Bahasa Inggris di Grand Final BSJC 3 FIB UB
MALANG, SURYAKABAR.com – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) kembali menjadi tuan rumah Grand Final BIG SMK Jatim Cup 3 (BSJC 3) 2026, Sabtu (26/9/2026).
Ajang kompetisi Bahasa Inggris tingkat SMK se-Jawa Timur tersebut merupakan hasil kolaborasi antara MGMP Bahasa Inggris SMK Provinsi Jawa Timur dan FIB UB yang menjadi rangkaian Dies Natalis ke-17.
Mengusung tema “Voices of Innovation, Leaders of Tomorrow” dengan slogan “Bigger, Brighter, Grander”, BSJC 3 dirancang sebagai ruang bagi pelajar SMK untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan berkomunikasi dalam berbagai bentuk.
Antusiasme terhadap kompetisi tahun ini terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 1.583 siswa dari 38 kabupaten/ kota di Jawa Timur. Sekitar 293 peserta tercatat sebagai finalis tingkat Provinsi Jawa Timur.
Mereka tersebar pada enam kategori lomba, yakni Story Telling sebanyak 38 finalis, News Anchor 38 finalis, English Speech 38 finalis, English Olympiad 132 finalis, Solo Singing 37 finalis, dan Edu Vlog sepuluh finalis.
Ketua MGMP Bahasa Inggris SMK Provinsi Jawa Timur, Andik Tohari, Dip. ELT., M.Pd., menyampaikan rasa syukurnya atas tingginya antusiasme peserta.
“Kita ada 1.583 peserta untuk enam kategori bidang lomba. Kami berbahagia sekali hari ini karena di luar dugaan, batch ketiga di UB ini menjadi yang paling besar,” ungkap Andik.
BSJC sendiri telah memasuki penyelenggaraan ketiga. Penyelenggaraan pertama berlangsung bekerja sama dengan FIB UB, sedangkan penyelenggaraan kedua dilaksanakan di Universitas Negeri Surabaya. Pada edisi ketiga, kompetisi kembali digelar bersama FIB UB.
BSJC 3 merupakan kompetisi tahunan yang secara khusus ditujukan bagi siswa SMK dari seluruh Jawa Timur. Penyelenggara menempatkan kompetisi ini sebagai sarana untuk menunjukkan, siswa vokasi tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi global.
Tahapan BSJC 3 telah dimulai sejak registrasi pada Juli hingga Agustus, dilanjutkan babak penyisihan secara daring pada September, pengumuman pemenang tingkat kabupaten/ kota, technical meeting final, hingga Grand Final di FIB UB pada 26 September 2026.
Andik memberikan semangat kepada para finalis agar menikmati proses kompetisi setelah melewati perjalanan panjang menuju tingkat provinsi.
“Selamat bertanding anak-anak semua. Semoga jerih payah adik-adik terbayar lunas,” pesannya.
Ia juga menyampaikan, sertifikat prestasi dari kompetisi tersebut dapat dimanfaatkan peserta sebagai salah satu dokumen pendukung prestasi dalam proses seleksi pendidikan tinggi.
Pemanfaatannya tetap mengikuti ketentuan dan mekanisme penerimaan mahasiswa yang berlaku pada masing-masing jalur dan perguruan tinggi.
Wakil Dekan Bidang Akademik FIB UB, Dr. Yusri Fajar, S.S., M.A., menyampaikan, FIB UB bangga kembali dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan Grand Final BSJC.
Dalam sambutannya, Yusri memperkenalkan FIB UB beserta sepuluh program studi yang dimiliki fakultas tersebut.
Ia juga menjelaskan berbagai program internasional yang dikembangkan FIB UB sebagai bagian dari upaya memberikan pengalaman akademik yang lebih luas kepada mahasiswa.
Menurutnya, kompetisi berbahasa Inggris seperti BSJC memiliki manfaat penting bagi siswa karena Bahasa Inggris telah berperan sebagai lingua franca atau bahasa penghubung dalam komunikasi internasional.
“Lomba yang disajikan dalam Bahasa Inggris ini pasti bermanfaat untuk Anda semua,” ujar Yusri.
Ia menilai setiap cabang kompetisi memiliki karakter yang berbeda dan menuntut kemampuan yang berbeda pula.
Ada peserta yang perlu menunjukkan penguasaan bahasa secara akademik, ada yang dituntut memiliki keberanian berbicara, kemampuan bercerita, kreativitas, hingga kemampuan tampil di depan publik.
Namun, Yusri menegaskan, nilai utama kompetisi tidak hanya terletak pada siapa yang akhirnya membawa pulang penghargaan.
“Dalam sebuah lomba selalu ada pihak yang menang dan ada yang belum menang. Namun, itu bukan hal utama. Kalian sudah menunjukkan sebuah proses, dan proses itulah yang harus kita hormati dan hargai,” pesannya.
Ia mengingatkan para pemenang agar tidak menjadi jumawa, sementara peserta yang belum memperoleh juara diminta tetap menjaga semangat dan terus bekerja keras.
“Paling tidak, jadilah pemenang bagi diri sendiri,” tegasnya.
Kolaborasi FIB UB dengan MGMP Bahasa Inggris SMK Jawa Timur juga diwujudkan melalui keterlibatan akademisi dalam proses penjurian.
Sebanyak delapan dosen FIB UB terlibat sebagai juri dalam Grand Final BSJC 3. Keterlibatan akademisi tersebut dimaksudkan untuk mendukung proses penilaian secara profesional sekaligus mempertemukan lingkungan pendidikan menengah kejuruan dengan standar akademik perguruan tinggi.
Dalam sambutan pembukaan, FIB UB secara khusus menyampaikan apresiasi kepada delapan dosen yang bertugas sebagai juri serta para guru yang telah mendampingi siswa hingga mencapai babak final.
Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan konsep BSJC 3 yang sejak awal menempatkan FIB UB sebagai mitra utama penyelenggaraan.
Situs resmi kompetisi menyebut kerja sama dengan FIB UB dilakukan untuk membantu menghadirkan kualitas penilaian yang objektif, profesional, dan memiliki standar akademik. (abs)


