Pendidikan
DKI Jakarta Juara Umum OSN 2026, Perolehan Medali Meningkat

JAKARTA, SURYAKABAR.com – Provinsi DKI Jakarta berhasil mempertahankan gelar juara umum Olimpiade Sains Nasional (OSN). Ini menyusul sukses DKI Jakarta merebut juara umum OSN 2026.

Bahkan, raihan medali DKI Jakarta mengalami peningkatan. Pada OSN 2026 DKI Jakarta mendulang 82 keping medali. Rinciannya, 21 medali emas, 26 medali perak, dan 35 medali perunggu.

Secara keseluruhan ada peningkatan tiga medali dibanding capaian pada OSN 2025. Tahun lalu DKI Jakarta juga merebut juara umum dengan raihan 79 medali.

Rinciannya, 17 emas, 31 perak, dan 31 perunggu. Perolehan medali emas juga meningkat dari 17 keping menjadi 21 keping, atau bertambah empat medali.

Baca Juga:  Dindik Jatim Kirim Dua Atlet Panjat Tebing ke OSN Tingkat Nasional 2026

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, mengapresiasi para siswa, guru pembimbing, sekolah, serta seluruh pihak yang telah mendukung dan mendampingi peserta didik selama mengikuti OSN 2026.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan ketekunan para peserta didik, guru pembimbing, serta dukungan dari orangtua, sekolah dan seluruh pihak yang telah mendampingi mereka selama mengikuti OSN 2026. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh siswa dan guru pembimbing yang telah berjuang membawa nama baik DKI Jakarta,” ujar Nahdiana.

Baca Juga:  Siswa MTsN 3 Banyuwangi Juara Olimpiade Sains di Rusia

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi agar semakin banyak peserta didik di Jakarta mengembangkan potensi, minat, dan kemampuan, khususnya di bidang sains.

“Semoga menjadi inspirasi bagi peserta didik di Jakarta untuk terus berkembang dan mengukir lebih banyak prestasi,” ujar Nahdiana.

Baca Juga:  UMM Resmi Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Olimpiade Sains Nasional

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berkomitmen mendukung pengembangan potensi dan prestasi peserta didik, salah satunya Olimpiade Sains Nasional.

Para peserta yang mewakili DKI Jakarta di tingkat nasional dibekali pembinaan melalui pemusatan latihan secara intensif guna mempersiapkan diri secara matang.

Hal ini merupakan bagian dari upaya mendorong peserta didik untuk terus mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi di berbagai bidang, dalam hal ini sains. (*)