Berita Sidoarjo
Muharram Jadi Momentum Belajar Peduli Lingkungan, Anak Yatim Dhuafa Diajak Belajar Kelola Sampah di Sidoarjo
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan Laznas Lembaga Manajemen Infaq (LMI) untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak yatim dhuafa. Sebanyak 30 anak binaan LMI diajak belajar langsung memilah dan mengelola sampah di Kampung Edukasi Sampah, Sekardangan, Sidoarjo, Minggu (28/6/2026).
Mengusung tema “Berani Bertumbuh”, kegiatan tersebut dirancang agar anak-anak tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan melalui teori, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Marketing & Partnership Director Laznas LMI, Ozi Riyanto, mengatakan, edukasi berbasis pengalaman dinilai lebih efektif dalam membentuk kebiasaan peduli lingkungan sejak dini.
“Kami membawa sekitar 30 anak yatim dhuafa agar mereka bisa belajar secara langsung. Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak berhenti di sini, tetapi bisa diterapkan di sekolah, di rumah, hingga di lingkungan tempat tinggal mereka,” ujar Ozi.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga merupakan respons terhadap persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di tengah masyarakat.
Rendahnya kesadaran dalam memilah dan membuang sampah pada tempatnya menjadi alasan pentingnya edukasi sejak usia dini.
“Kalau anak-anak sudah terbiasa sejak sekarang, mereka bisa menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” katanya.
Sementara itu, penggagas Kampung Edukasi Sampah Sekardangan, Edi Priyanto, menyambut baik kolaborasi dengan LMI.
Ia menilai peringatan Muharram menjadi momen yang tepat untuk menanamkan nilai kepedulian, tidak hanya kepada sesama, tetapi juga terhadap lingkungan.
Selama ini, Kampung Edukasi Sampah lebih banyak menerima kunjungan dari sekolah-sekolah formal. Kehadiran anak-anak yatim dhuafa binaan LMI, menurut Edi, memberikan warna tersendiri dalam kegiatan edukasi tersebut.
“Momentum Tahun Baru Islam ini kami isi dengan kegiatan yang bermanfaat. Adik-adik diajak memahami cara memilah dan mengolah sampah melalui praktik langsung,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif melalui sesi edukasi, permainan bertema lingkungan, hingga pemberian santunan.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat anak-anak lebih mudah memahami materi sekaligus menikmati proses belajar.
“Harapannya, mereka pulang tidak hanya membawa pengalaman menyenangkan, tetapi juga kebiasaan baru untuk menjaga kebersihan lingkungan di rumah dan komunitasnya,” kata Edi. (sat)



