Pendidikan
193 SMP di Sidoarjo Gelar Tes Kemampuan Akademik, Ribuan Siswa Ikuti Ujian Berbasis Komputer

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Sebanyak 193 SMP negeri dan swasta di Kabupaten Sidoarjo mulai melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara serentak.

Ujian ini digelar dengan sistem berbasis komputer, dengan penyesuaian teknis di masing-masing sekolah sesuai ketersediaan fasilitas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Tirto Adi, mengatakan, pelaksanaan TKA tahun ini diikuti 48 SMP negeri dan 145 SMP swasta. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pelaksanaan ujian berjalan lancar.

“Pelaksanaan TKA saat ini sedang berlangsung. Dari pengecekan di SMPN 1 Candi dan SMP PGRI 10 Candi yang kami tinjau tadi, secara internal semuanya sudah siap,” terang Tirto, Selasa (6/4/2026).

Baca Juga:  Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Cek Persiapan Perangkat dan Jaringan, Jelang Pelaksanaan TKA

Ia menjelaskan, pelaksanaan ujian dibagi ke dalam beberapa sesi untuk menyesuaikan kapasitas laboratorium komputer di masing-masing sekolah. Di sejumlah sekolah, ujian bahkan harus digelar hingga tiga sesi dalam sehari.

“Di sini dibagi menjadi tiga sesi karena keterbatasan laboratorium komputer. Secara umum pelaksanaan hanya dua hari, tetapi jika jumlah siswa banyak bisa menyesuaikan jadwal. Untuk ujian susulan diberikan waktu hingga 10 hari, sampai 16 April,” jelasnya.

Baca Juga:  ITS dan Kemenhub RI Laporkan Hasil Survei Kepuasan Masyarakat pada Layanan Angkutan Lebaran 2026
Baca Juga:  Fakultas Kedokteran Gigi Unair Duduki 51 QS World University Rankings Dentistry 2026

Tirto juga menambahkan, bagi sekolah yang belum memiliki akreditasi diwajibkan bergabung dengan sekolah lain yang sudah memenuhi syarat agar pelaksanaan TKA tetap berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara TKA di SMPN 1 Candi, Titien Zudiyah Laily, menyebutkan, sebanyak 327 siswa mengikuti ujian di sekolahnya. Pada hari pertama, siswa mengerjakan mata pelajaran matematika serta survei karakter.

“Untuk hari kedua, siswa mengerjakan Bahasa Indonesia dan survei lingkungan belajar. Tadi sempat ada kendala pada zoom pengawas, tetapi langsung teratasi sehingga pelaksanaan bisa kembali berjalan lancar,” ucap Titien. (sat)